Petugas Satlantas Polres Brebes sedang memeriksa kelengkapan surat kendaraan, saat menggelar operasi Zebra Candi di Brebes bagian selatan (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat atau mobil terjaring operasi gabungan yang digelar oleh Satlantas Polres Brebes, Jawa Tengah, Kamis 24 November 2016.
Razia dalam rangka Operasi Zebra Candi 2016 itu digelar di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan di jalan nasional ruas Tegal-Purwokerto, tepatnya di jalur pertigaan Pagojengan Paguyangan pintu masuk jalan lingkar Bumiayu.
Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Arfan Zulkan Sipayung yang memimpin operasi tersebut mengatakan, operasi fokus pada seluruh kendaraan baik dari arah Purwokerto menuju Tegal atau sebaliknya.
Operasi yang digelar mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB itu menindak lebih dari 150 pelanggar. Pelanggaran didominasi oleh pengendara yang tidak membawa surat-surat kendaraan secara lengkap, tidak memakai helm dan kelengkapan standar keselamatan berkendara yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.
"Pelanggaran didominasi dengan tidak adanya kelengkapan surat-surat dan standar keselamatan berkendara seperti yang dalam Undang-Undang," katanya.
Kegiatan operasi dimaksudkan sebagai upaya pencegahan, setelah sebelumnya telah dilakukan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan keselamatan berkendaraan. Selain sosialisasi, sesuai tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) Satlantas juga melakukan razia untuk menekan terjadi kecelakaan.
"Operasi ini bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memeriksa kelengkapan kendaraan sesuai Tupoksi kami," ujar Arfan.
Dari operasi yang digelar, pelanggar didominasi oleh pengendara berumur antara 15 hingga 30 tahun, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk jenis kendaraan pelanggaran didominasi roda dua atau sepeda motor.
Dikatakan, Operasi Zebra Candi 2016 akan digelar sampai 29 November 2016 mendatang. Diharapkan, masyarakat menjadikan tertib lalu lintas sebagai kebutuhan dan budaya yang harus ditanamkan pada diri sendiri.
"Kalau budaya tertib lalu lintas itu sudah jadi budaya kita, maka kecelakaan atau pelanggaran lalu lintas tidak akan terjadi," tandas Arfan.