Rombongan dari Banjar saat melihat UKM produksi telor asin Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Din Kop & UKM) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, beserta puluhan camat dan pelaku UKM belajar tentang UKM ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Mereka belajar tentang pengelolaan UKM dan perhatian serta komitmen Pemkab Brebes terhadap UKM, termasuk kucuran dana dari dunia perbankan untuk diterapkan di daerahnya.
“Saya pengin belajar, bangun kemitraan tentang UKM di Brebes,” kata Ahmad Suprapto saat diterima Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir Moh Iqbal di ruang rapat Bupati, Kamis 17 November 2016.
Lebih lanjut Suprapto menerangkan, kalau di Banjar memiliki persamaan geografis begitu pula dengan UKM yang semakin menggeliat. Sehingga perlu pembinaan dan sokongan dana dari berbagai pihak untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami setelah konsultasi ke Kementerian Koordinator Perekonomian, disarankan agar belajar ke Brebes,” kata Prapto.
Pihaknya bertekad untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan, untuk itu tak segan menimba ilmu sedetail mungkin, termasuk tata niaga, stabilitas harga, sinergitas dengan dinas instansi terkait selaku Pembina UKM dan lain lain yang dimiliki Brebes.
Prapto mendengar, kalau di Brebes sedang gencar menerapkan sistem ‘kroyokan’ dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk di bidang UKM. Maka pihaknya jauh-jauh dari Banjar ingin belajar.
Moh Iqbal, atas nama Bupati merasa berterima kasih atas kunjungan Pemkab Banjar ke Brebes. Apalagi mau belajar tentang UKM dan Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat dengan membawa para penentu kebijakan didaerahnya.
Dikatakan Iqbal, kalau Brebes itu telah terkenal dengan bawang Merah dan Telor Asin dan itu dilakukan oleh para UKM yang handal. Bawang merah telah menjadi pemasok 30-40 persen nasional produksi Bawang Merah. Sedangkan untuk Jawa Tengah mencapai 70 persen kebutuhan bawang di pasok dari Brebes.
“Silakan menimba ilmu seluas-luasnya, dan kami gembira dengan kedatangan teman-teman dari Banjar Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab Brebes Sutedjo SE menceritakan kalau Brebes tidak hanya berkutat di Bawang Merah dan Telor Asin saja. Tetapi banyak produk local yang makin menasional seperti Batik Salem, Rebana, Tali, Keramik. Juga dunia pariwisata yang tidak kalah elok dengan daerah-daerah lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sutejo memaparkan tentang program Sinergi Aksi Ekonomi untuk Rakyat (PSAER). Menurut Tejo, UKM tidak lepas dari dunia pertanian, perdagangan, perbankan, pariwisata dan lain-lain. Untuk itu, dilakukan sinergitas dengan seluruh pihak.
Tejo menjelaskan, Kabupaten Brebes ada 103.333 UKM dengan rincian usaha Mikro 99.405 buah, usaha Kecil 3.102 buah dan Menengah 724. Sedangkan ijin UKM telah dilayani di tingkat Kecamatan, tidak perlu ke Kabupaten, yang sudah diterbitkan ada 2.984 UKM. “Disamping itu, telah diterbitkan sertifikat produksi pangan rumah tangga untuk 338 pelaku UKM,” tandasnya.
Rombongan Pemkab Banjar, selain mendapat paparan dari Kepala Dinas Pariwisata Kebudayan, Pemuda dan Olah raga Ir Amin Budi Raharjo tentang pariwisata di Brebes yang sekarang dikucur dana hingga puluhan milyar rupiah untuk pengembangan dan pembenahannya. Acara diakhiri dengan tukar menukar cinderamata.
Mereka selanjutnya, diajak turun langsung ke berbagai UKM yang sukses seperti UKM Telor Asin, Peternak Bebek Limbangan, Kampung Bawang Jagalempeni dan perijinan IKM di PATEN Kecamatan Brebes.