Camat Sirampog, Munaedi SH (tengah) saat sosialsiasi program bank sampah di Kecamatan Sirampog (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Upaya mengurangi volume sampah di wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus dilakukan. Salah satu upaya dilakukan dengan mengajak warga untuk membuat bank sampah.
Camat Sirampog, Munaedi SH mengatakan, pihaknya meminta kepada para Kepala Desa untuk memulai menggalakkan bank sampah di setiap perkampungan. Setiap desa minimal ada satu bank sampah yang dikelola dengan baik.
"Targetnya akhir September ini sudah ada bank sampah di setiap desa," katanya saat menyampaikan sambutan pada kegiatan sosialisasi Program Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas/Masyarakat Melalui Bank Sampah, Selasa 27 September 2016 di aula kantor kecamatan setempat.
Menurutnya, sampah bisa menjadi masalah di kemudian hari, karenanya perlu penanganan yang baik dan bijak. Adanya penanganan yang baik melalui program bank sampah diharapkan dapat memberi manfaat bagi warga.
"Saat ini memang belum ada masalah dengan sampah di Sirampog ini, tapi bisa kita mulai untuk mengelolanya dan tak perlu nunggu jadi masalah," ujar Munaedi.
Dikatakan, adanya bank sampah yang dikelola dengan baik dapat bernilai ekonomi yang menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Karenanya sangat optimis program bank sampah dapat diterima dan dijalankan oleh warga di Kecamatan Sirampog.
"Sampah bisa memberi manfaat ketika dikelola dengan baik," tandas Munaedi pada kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh para Kepala Desa dan perwakilan warga tersebut.
Sosialisasi Program Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas/Masyarakat Melalui Bank Sampah, dilakukan oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Brebes yang bekerja sama dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui progam tersebut nantinya setiap pendamping PKH atau satu desa mengelola minimal satu bank sampah.
"Program bank sampah dapat meningkatkan kesejahteraan warga perserta program PKH, melalui peningkatan penghasilan tambahan," kata Afif, koordinator pendamping PKH Kecamatan Sirampog.
Sementara itu, Sri Indarti sebagai nara sumber dari KLH Brebes dalam pemaparannya menjelaskan, bank sampah merupakan istilah diperuntukan bagi suatu perkumpulan warga yang sadar sampah. Program bank sampah memiliki tujuan untuk mengurangi volume sampah, memanfaatkan sampah, dan mengelolanya untuk dijadikan sumber penghasilan tambahan.
"Cara kerja bank sampah adalah dengan mengumpulkan sampah anorganik sebanyak-banyaknya dari lingkungan warga sendiri," katanya.
Kemudian sampah tersebut dikumpulkan ke petugas atau pengepul yang ditunjuk di lingkungan tempat tinggal. Sampah tersebut nantinya akan dipilah sesuai jenisnya lalu kemudian ditimbang. Selanjutnya, sampah yang telah dipilah menurut jenisnya dan yang telah ditimbang tersebut akan ditukar dengan sejumlah uang.
"Nanti uangnya bisa langsung atau dapat juga ditabungkan ke petugas tertunjuk di lingkungan tempat tinggal warga," jelas Indarti.
Keberadaan bank sampah akan lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungannya masing-masing. Sampah terutama sampah anorganik sejatinya dapat dijadikan sumber rupiah.
"Adanya fasilitas pengelolaan sampah mandiri, diharapkan masyarakat akan lebih giat untuk mengelola sampahnya masing-masing dan mau menjaga kebersihan lingkungannya dengan baik," pungkas Indarti.