Ketua Bidang Teknologi Terapan DPP Gerindra, Abdul Hakam Nagib
PanturaNews (Brebes) - Majunya mantan Menteri Pertanian era Presiden SBY, DR. H. Suswono sebagai calon bupati (cabup) Brebes, berpasangan dengan Ahmad Mustaqin untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Brebes 15 Februari 2017 mendatang, memunculkan banyak pertanyaan kenapa Abdul Hakam Nagib tidak jadi maju.
Diketahui, sejak enam bulan terakhir, Abdul Hakam Nagib telah sosialisasi dengan menggelar banyak kegiatan, pasang ribuah baliho, serta berinteraksi dengan masyarakat terutama kaum muda di media social. Pria yang akrab disapa Hakam ini, berjuang merubah imej Brebes rubes menjadi Brebes Beres.
“Memang banyak pertanyaan dari masyarakat kenapa saya tidak maju mencalonkan diri. Sekedar klarifikasi, karena sebenarnya ini suatu strategi. Waktu itu saya banyak pasang baliho dan melakukan kegiatan, itu semua sebagai pemanasan mesin Partai Gerindra,” ujar Ketua Bidang Teknologi Terapan DPP Gerindra, Abdul Hakam Nagib, Jumat 23 September 2016, disela deklarasi ‘Koalisi Rakyat Brebes Bersatu’ di gedung Islami Center Brebes.
Menurut Hakam, pihaknya tidak mungkin mengatakan secara langsung tidak jadi maju. Namun dengan berjalanya waktu, mungkin karena Hakam orang Brebes bagian selatan, yaitu Bumiayu, dan menurut survey PKS, Suswono kuat di selatan, dan Hakam juga kuat di selatan, maka kalau selatan dengan selatan dianggap tidak efektif. Maka dicarilah figure lain dari utara.
“Maka ada kesepakatan mencari figure yang dari utara sebagai pasangan Pak Suswono, sehingga ketemulah sosok Ketua DPC Partai Gerindra Brebes, Ahmad Musttaqin yang akrab disapa Aim. Sebagai tokoh masyarakat di wilayah pantura, Aim sangat pantas untuk mendampingi Suswono,” tuturnya.
Meski begitu, lanjut Hakam, sejak awal Pak Aim ditawari untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati, selalu tidak mau. Tapi setelah saya jelaskan alasanya, dan saya sudah sosialisasi, akhirnya Pak Aim mau maju menerima mencalonkan wakil bupati.
“Selanjutnya saya diskusi dengan Pak Suswono, kita matangkan, dan kesimpulanya, Suswono-Aim adalah pasangan yang terbaik untuk berkompetisi di Pilkada Brebes bersaing dengan calon petahana,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, mengenai strategi sebenarnya partai hanya sebagai kendaraan, sebagai persyaratan untuk mencalonkan di KPU. Intinya, pasangan Suswono-Aim ini adalah koalisi dengan rakyat, sehingga slogan pasangan Suswono-Aim adalah ‘Koalisi Rakyat Brebes Bersatu’.
Ditegaskan Hakam, Suswono-Aim adalah pasangan yang akan melakukan perubahan untuk Brebes menjadi lebih baik lagi. Yaitu sebuah konsep yang dikehendaki mayoritas masyarakat Brebes. Kalau ada yang bilang masyarakat Brebes banyak yang belum pintar itu salah. Masyarakat Brebes itu cerdas, sehingga akan memilih pemimpin yang visioner. Pemimpin yang punya kapabelitas, punya integritas.
“Jadi saya yakin Pak Suswono yang mantan Menteri Pertanian, punya banyak pengalaman di tingkat Nasional yang bisa diterapkan dalam pembangunan Brebes,” ucapnya.
Sementara Mustaqin, menurut Hakam, sebagai tokoh di kalangan masyarakat nelayan pantura, sekaligus sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Brebes, tentu akan mendulang banyak suara di utara. Dengan begitu, diyakini pasangan Suswono-Aim adalah pasangan yang terbaik. Pemimpin yang akan membawa perubahan untuk masyarakat Brebes, ke arah kesejahteraan dan pembangunan yang lebih baik.
Sebagai ahli IT, Hakam akan mensuport pasangan Suswono-Aim dalam penerapan konsep Smart City diterapkan dalam pembangunan di Kabupaten Brebes. Sudah barang tentu, konsep ini akan menjadikan Brebes yang memiliki koneksi terintegrasi dalam berbagai bidang, sehingga memberikan dampak praktis dan efisiensi dalam pengelolaan daerah.
“Konsep ini, pertama kali diterapkan di Kota Bandung. Salah satu penerapan smart city, adalah layanan akses internet. Sepertinya Brebes dengan wilayah yang sangat luas dan jarak yang jauh, harus menerapkan konsep smart city, sehingga wilayah-wilayah di pegunungan bisa terkoneksi dengan Brebes kota tanpa hambatan. Penerapan smart city ini akan memberikan efesiensi sistem kerja yang lebih produktif, semua informasi dapat dilakukan secara cepat dan akurat,” urai Hakam, ahli teknologi informasi lulusan Universitas Emden dan Universitas Aachen Jerman.