Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah (Parin) Kabupaten Brebes diterjang rob. Akibatnya puluhan warung dan rumah makan lesehan di sekitar kawasan Parin mengalami kerusakan. Rob juga menerjang di Desa Randusanga Kulon dan Wetan. Bahkan ratusan hektar tambak milik warga setempat tergenang rob.
Menurut Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Brebes, H. Sururul Fuad, Kamis 06 Mei 2010 siang, terkait kerusakan di kawasan obyek wisata Parin yang diterjang rob mengatakan, hal itu karena masih minimnya pembangunan fisik atau sarana prasarana yang ada di. Minimnya pembangunan fisik tersebut, karena keterbatasan anggaran. “Selama ini untuk pendapatan Parin baru sekitar Rp 150 juta per tahun, sehingga kalau dana tersebut digunakan untuk pemeliharaan belum cukup sama sekali,” katanya.
Sementara Amin (35), pemilik warung di kawasan Parin, pendapatan yang diperoleh menurun drastis munyusul terjadinya rob pada Selasa 04 Mei 2010 malam yang menggenagi kawasan Parin, sehingga pengunjung enggan dating berlibur.
Diakuinya, di kawasan Parin ini sering kali terjadi rob, sehingga membuat para pemilik warung di sekitar kawasan Parin selalu mengalami kerugian karena pengunjung sepi.
Sedangkan Abdullah (42), warga Desa Randusanga Wetan juga mengalami kerugian puluhan juta rupiah, akibat tambaknya diterjang rob. Selain dirinya, hampir seluruh petani tambak di desanya mengalami hal yang sama. "Setiap tahun, pasti ratusan hektar areal tambak desa kami terkena rob, sehingga selalu mengalami kerugian yang cukup besar," ungkapnya.
Dikatkannya, sekitar 30 rumah juga terendam rob dengan ketinggian air mencapai 10 centimeter. Meski saat ini rob nampak surut, namun dirinya bersama warga maupun petani tambak lainnya masih merasa was-was kalau rob tiba-tiba mendatang lagi. "Kalau terjadi rob lebih besar lagi, jelas ratusan rumah di desa ini tergenang banjir," ujarnya.
Untuk menanggulangi kerusakan akibat rob di kawasan Parin, menurut H. Sururul Fuad, akan berupaya memaksimalkan anggaran pemeliharaan pantai agar kelihatan indah, termasuk bebas dari rob. Dengan demikian pendapatan Parin akan lebih meningkat karena banyak pengunjung.
Ditambahkan, dinas terkait dalam mengelola maupun memelihara Parin, harus memprioritaskan salah satu terlebih dahulu mana yang harus dikembangakan. Jangan disebar atau disamaratakan, karena hasilnya tidak akan maksimal. “Untuk persoalan rob yang menerjang Desa Randusanga Kulon dan Wetan serta puluhan hektar tambak, yang akan mengatur adalah Dinas Kelautan dan Perikanan,” pungkasnya.