Peserta pawai karnaval di Brebes menunjukan kreativitasnya di hadapan ribuan masyarakat (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Kemeriahan Pawai Karnaval Pembangunan tingkat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi ajang menonjolkan kreativitas dari masing masing peserta. Terbukti masing-masing peserta memamerkan hasil kreatifitasnya dihadapan puluhan ribu pengunjung dan menjadikan penonton senang melihatnya, meski harus berdesak-desakan dan berpanas ria di jalur pantura Brebes.
“Masyarakat kita, memang sangat kreatif dan sangat membanggakan,” puji Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE usai menyaksikan Pawai Karnaval tingkat Kabupaten Brebes di panggung kehormatan depan halaman Kodim 0713/Brebes, Rabu 24 Agustus 2016.
Idza mendorong pelaksanaan pawai karnaval bisa dilestarikan dan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Dengan ajang kreatifitas, menjadikan semangat bersatu padu, bergotong royong antar warga bisa terus dikembangkan.
“Dengan makin banyaknya seni pertunjukan, unjuk kebudayaan, maupun bentuk-bentuk kreatifitas lain yang digarap serius, saya yakin akan mampu menyedot wisatawan,” tegas Bupati.
Pesta kemerdekaan berupa pawai Karnaval ini, lanjutnya, mampu melestarikan kebudayaan, menciptakan kegotongroyongan, dan bahkan perekonomian masyarakat.
Ketua Seksi Karnaval HUT ke-71 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Brebes Komar SE menjelaskan, karnaval diikuti 107 peserta. Mereka terdiri dari kalangan pelajar, masyarakat, BUMN, Swasta, masyarakat umum dan instansi pemerintah.
Peserta akan dinilai dalam empat kategori yakni Seni Tradisi, Batik Carnival, Mobil Hias dan Drum Band atau Marching Band. Dari empat kategori tersebut akan dipilih juara 1 hingga 3 dan masing-masing mendapatkan piagam, piala dan sejumlah uang pembinaan.
Peserta pawai mengambil star di depan Hotel Kencana jalan Gajah mada Brebes dan menempuh jarak sekitar 2 kilometer hingga finish dipanggung kehormatan depan Kodim 0713/Brebes.
Berbagai variasi penampilan disuguhkan para peserta antara lain berupa batik carnival yang berbahan dasar batik salem, Koran bekas, maupun kreasi dari barang-barang bekas seperti botol minuman mineral.
Dari kecamatan Songgom misalnya, menampilkan naga yang terbuat dari botol bekas minuman mineral. Tari Sisingaan dan Tari Topeng juga mewarnai penampilan dari Kecamatan Losari. Sementara Kecamatan Bulakamba berupa kesenian Buroq sedangkan para pelajar mayoritas menampilkan batik, drumband dan penampilan kesenian lainnya sesuai dengan ciri khas sekolah masing-masing.
Pelaksanaan Karnaval meski mengambil jalur pantura tidak mengalami kemacetan karena seluruh kendaraan besar diarahkan ke jalan tol brebes baik melalui pintu tol Brebes timur (Brexit) ataupun melalui jalan tol Brebes barat (Brekat).