Senin, 22/08/2016, 06:19:25
Goyud: Calon Bupati Harus Orang yang Berani
-Laporan SL Gaharu

H. Wahyudin Noor Aly alias Goyud

PanturaNews (Tegal) - Pilkada Brebes yang akan digelar pada Pebruari 2017, dipandang sepi dan kurang greget. Padahal sesuai jadwal, KPU Brebes sudah akan mulai membuka pendaftaran bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk partai politik (parpol) pengusung, 21-23 September 2016. Tapi hingga akhir Agustus 2016 ini, belum ada gabungan parpol yang memunculkan calon bupatinya.

“Saya melihat Pilkada Brebes memang sepi dan tidak ada gregetnya. Belum adanya calon yang berani muncul, mungkin dari pengaruh hasil survey yang dilakukan salah satu parpol,” kata H Wahyudin Noor Aly yang lebih akrab disapa Goyud, saat ditemui di rumahnya di Kota Tegal, Minggu 21 Agustus 2016 sore.

Menurut politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah ini, survey yang dilakukan salah satu parpol itu menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Brebes adalah pemilih pragmatis. Artinya pemilih lebih melihat orangnya, melihat amplopnya, bukan seperti pemilih ideologis yang menilai calon dari kapabelitas dan visi misinya.

“Untuk saat ini dari hasil survey itu, pemilih pragmatis mencapai 84 persen. Padahal pada tahun 2004, justru pemilih ideologis yang mencapai angka 55 persen,” tutur Goyud.

Jadi masalahnya, lanjut Goyud, mereka yang awalnya punya niat untuk nyalon lebih percaya kepada hasil survey, padahal survey itu belum tentu juga tepat. Seharusnya jika melihat hasil survey itu, para calon dan parpol untuk merubah pemilih pragmatis menjadi pemilih yang ideologis.

“Jadi dengan melihat kenyataan yang demikian, untuk saat ini yang dibutuhkan adalah calon bupati yang ‘tidak waras’, artinya orang yang berani, punya visi misi yang bagus untuk membangun Brebes lebih baik, dan punya duit yang banyak,” tuturnya.

Ditegaskan Guyud, untuk maju sebagai calon bupati pada mayoritas pemilih yang pragmatis, dibutuhkan orang yang benar-benar berani, orang yang ‘tidak waras’ dan tentu saja punya duit banyak. “Untuk itu, kalkulasi saya, orang itu harus menyiapkan dana antara Rp 25 dampai 45 milyar. Pertanyaanya, apakah ada orang ‘tidak waras’ yang berani berspekulasi dengan uang sebanyak itu?,” tandas Goyud.

Lebih lanjut dikatakan, seharusnya Pilkada Brebes tidak sepi calon bupati, karena jika melihat perhitungan 20 persen dari jumlah kursi di DPRD, calon bupati yang maju diusung parpol bisa 5 (lima) pasang. Saat ini, jika beberapa parpol akan membentuk koalisi besar, kemungkinan hanya dua calon yang maju di Pilkada Brebes.

“Saat ini bisa hanya dua calon yang maju di Pilkada Brebes 2017. Satu calon petahana, dan satu calon yang diusung koalisi parpol. Kalaupun koalisi parpol tidak mengusung, bisa jadi hanya satu salon saja,” terangnya.

Ditambahkan Goyud, kalaupun calon petahana selama memimpin rapotnya bagus, tidak ada merahnya, lebih baik didorong agar bisa lebih baik lagi dari yang sudah dicapai sekarang. Dan untuk kedepanya, parpol harus kerja keras untuk merubah paradigma pemilih, dari pemilih pragmatis ke pemilih ideologis.

“Porpol harus bias merubah pandangan masyarakat, bahwa kita memilih bupati yang mampu merubah Brebes lebih baik, Brebes lebih maju, dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkas Goyud.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita