Pasar murah bibit bawang impor di Lapak Bawang Desa Klampok, Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Akibat harga bibit bawang merah di tingkat petani mahal, Pemerintah mendatangkan bibit bawang merah impor asal Vietnam di Lapak Bawang Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Direktur Perbenihan Hortikultura Kementrian Pertanian (Kementan), Sri Wijayanti Yusuf mengatakan, di tingkat petani harga bibit bawang saat ini mencapat Rp 45- 50 ribu per Kg, sedangkan bibit bawang impor asal Vietnam dijual oleh Bulog dengan harga Rp 30 ribu per Kg.
"Karena itu, pemerintah mendatangkan bibit bawang impor asal Vietnam," ujar Sri Wijayanti Yusuf, saat menghadiri kegiatan pasar murah bibit bawang kwalitas, di Lapak Bawang Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Rabu 17 Agustus 2017.
Menurut dia, ada sebanyak 900 dari total 1500 ton bibit bawang merah impor asal Vietnam yang sudah masuk ke daerah. Persediaan bibit bawang impor itu, diperkirakan akan masih tersedia hingga bulan Oktober 2016 mendatang.
Alasan mendatangkan bibit bawang impor, kata dia, karena harga benih bergantung pada harga bawang konsumsi. Bila harga bawang konsumsi mahal, harga benihnya juga mahal.
"Nanti kalau benihnya mahal, maka konsumsinya juga mahal lagi. Jadi seperti lingkaran setan yang tidak pernah putus," tuturnya.
Karena itu, lanjut dia, untuk memutus harga benih yang mahal, pemerintah mengimpor benih terlebih dahulu. Namun, kedepan pemerintah akan mengembangkan bersama para petani, benih yang berasal dari biji.
Sebab, menanam bawang merah dengan benih biji, biaya usaha tani menjadi lebih murah. Yakni, hanya membutuhkan 4 kg benih untuk pertanaman di lahan seluas 1 hektare (ha), dengan harga benih Rp 6 juta per ha.
"Kami berharap petani nantinya bisa membeli bibit bawang impor ini keBulog. Dengan catatan Bulog sendiri harus memberikan kwitansi penjualan dari petani yang akan membelinya. Ini supaya ada data-datanya, petani mana dan akan ditanam dimana," ucapnya.
Kepala Divisi Penjualan Perum Bulog, Ermin Tora, mengakui mata rantai yang panjang membuat harga bawang merah tinggi. Untuk itu, Bulog mengimpor bibit bawang merah untuk membantu petani.
"Untuk Brebes, kami memasok 25 ton hari ini. Seminggu lalu juga sudah dipasok 200 ton bibit bawang merah ke Brebes," kata Ermin.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Brebes, Zaenudin berharap, jika memang bibit bawang di daerah langka dan harganya mahal, pihaknya meminta agar pemerintah tetap bisa menyediakan stok bibit bibit bawang.
"Apalagi bulan Oktober 2016 mendatang, sudah mulai memasuki masa tanam, sehingga nantinya para petani tidak kesulitan bibit bawang," paparnya.
Sementara, Sumari, salah satu petani bawang yang membeli bibit bawang impor membenarkan, jika harga bibit bawang di petani kisaran Rp 45-50 ribu, sehingga dengan adanya pasar murah penjualan bibit bawang impor berkualitas, pihaknya langsung membelinya.
"Kami beli 1 ton. Rencana bibit bawang impor ini akan kami tanam di daerah Kabupaten Pemalang," ujar petani asal Brebes ini.