Rabu, 17/08/2016, 06:37:19
Si Cantik, Mengais Rupiah Diantara Barang Rongsok
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews

Shofa Maulida Annisa menata kardus bekas di lapak Panggung Timur, Kota Tegal.

PanturaNews (Tegal) - Kendati memiliki paras yang lumayan cantik, namun Shofa Maulida Annisa yang akrab disapa Icha itu tak canggung berbaur dengan barang-barang rongsokan. Tak ada perasaan risih atau jijik, setiap hari Dia tak canggung bergelut dengan barang rongsokan yang kotor dan dekil.

Sejak terdaftar sebagai pekerja di lapak jual beli barang rongsokan milik Sri Umiyarti di Jalan Panggung Timur Nomor 37 a, Kelurahan Panggung, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, Icha selalu menjadi pusat perhatian. Banyak warga yang mendadak ingin menjual barang bekas miliknya ke lapak tersebut agar bisa menatap kecantikan Icha.

Spontan saja dalam waktu yang tidak lama, tempat Icha bekerja menjadi ramai orang jual maupun beli barang rongsokan. Ada yang menjual kardus bekas, ada yang sengaja ingin membeli besi-besi begel bekas, ada pula yang menenteng ember plastic pecah untuk dijual walau hanya dua buah.

Semua konsumen yang datang ke lapak jual beli barang rongsok milik neneknya itu selalu dihadapinya dengan ramah dan sungging senyum. Dengan penuh kesabaran sambil sesekali menyeka keringat yang mengucur di dahi, Icha merapikan dan mengikat kardus-kardus bekas maupun kantong semen bekas yang kemudian ditimbang.

Kabar mengenai keberadaan gadis cantik menjadi buruh lepas di lapak jual beli rongsokan itu semakin santer terdengar, banyak warga yang sengaja iseng ingin membuktikan kabar itu dan walau hanya sekedar melongok ke tempat kerja Icha.

Saat tim PanturaNews.com tiba di lokasi, gadis cantik berambut pendek itu sedang konsentrasi merapikan setumpuk kardus bekas. Dengan senyum ramah, Dia langsung menyambut kehadiran Tim Panturanews.com yang sebelumnya sudah janjian mau wawancara.

Icha mengungkapkan, semua berawal dari perceraian kedua orang tuanya. Sebelumnya, kehidupan keluarga Icha aman-aman saja. Ayahnya yang seorang pengusaha kain perca selalu perhatian dengan dirinya yang saat itu selain sebagai pelajar di SMA 1 Dukuh Waru, Kabupaten Tegal, juga seorang biduan antar kampung.

Kecantikan dan kepiawaian Icha dalam olah vocal telah mengantarkan dirinya terjun ke dunia tarik suara. Dari panggung ke panggung dilakoninya, bahkan terkadang  sampai larut malam. Tak jarang kedua orang tuanya selalu menyempatkan diri untuk menemani hingga pentas nyanyi berakhir.

Menurut Icha, kedua orang tuanya sangat mendukung penuh aktifitasnya di dunia tarik suara dengan harapan dapat menaiki tangga puncak dan booming sebagai seorang artis papan atas didunia tarik suara. Segala usaha untuk mengantar karirnya di dunia tarik suara pun dilakoninya, namun sayang sekali nasib baik belum berpihak kepada dirinya.

Seperti pelajar lainnya, Icha pun dapat menamatkan SMA nya dengan nilai yang cukup memuaskan. Sembari menarik nafas yang dalam, Icha pun melanjutkan kisahnya. Menurutn Icha, semua angan-angan dan harapannya tiba-tiba seperti luluh lantak.  Kegilaan Ayahnya kepada wanita lain telah membuat keluarganya berantakan. Ayah dan Ibunya akhirnya bercerai dan Icha memilih hidup bersama Ibunya di sebuah kamar kontrakan yang sempit. Keinginannya melanjutkan ke Perguruan Tinggi menjadi padam.

Bermula dari peristiwa memilukan dan memalukan itulah kemudian dirinya berniat bangkit dari nol. Dirinya tidak ingin menjadi cengeng dengan semua derita yang telah dialaminya. Lapak jual beli barang rongsokan milik neneknya menjadi sasaran empuk untuk pengabdian hidupnya.

Itung-itung membantu neneknya, Ichapun focus dengan profesi barunya, buruh lapak jual beli barang rongsokan.  Upah dari hasil kerjanya itu dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sisanya ditabungkan . Icha berharap, dalam kehidupan duniawi dirinya ingin bisa bermanfaat bagi sesama walau sekali saja.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita