Kamis, 30/06/2016, 11:35:21
Di Brebes, Ganjar Pimpin Gelar Pasukan Ramadaniya
-Laporan Takwo Heriyanto

Gubernur Jateng diikuti Kapolda dan lainnya menyalami pasukan peserta aper Operasi Ramadaniya Candi 2016 (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memimpin apel gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ramadaniya Candi 2016, di lapangan Stadion Karangbirahi Brebes, Kamis 30 Juni 2016.

Hadir dalam apel menjelang pengamanan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Dwi Wahyu Winarto, S.I.P., M.M., Asops Kasdam IV/Dip, Karoops Polda Jateng, Dirlantas Polda Jateng, Danpomdam IV/Dip, dan Danbrigif 4/DR serta tamu undangan lainnya.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Efdal Nazra, S.I.P.,  beserta Forkopimda dan SKPD Brebes, Forkopimda Kabupaten/Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten/Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang serta Instansi lainnya juga turut hadir dalam apel gelar pasukan pengamanan arus mudik lebaran tersebut.

Adapun tema yang diambil yakni, “Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Candi 2016 Kita Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Kepada Masyarakat.

Sebagai susunan pasukan 1 regu dari Korsik, 1 SST Anggota PM, 1 SST Propam Polri, 2 SSK TNI, 1 SSK Brimob, 1 SSK Shabara, 2 SSK Lantas, 2 SSK Babinkantibmas, Satintel dan Reskrim, 1 SST Dishubkominfo Brebes, 1 SSK Satgas Gabungan, dan 1 SSK Pelajar Pramuka.

Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti  yang dibacakan oleh Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa, gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda dan satuan kewilayahan se-Indonesia, bertujuan untuk mengecek kesiapan akhir personil.

Selain itu, kelengkapannya peralatan, sarana prasarana dan kesiapan baik dari Polri, TNI serta unsur terkait  serta segenap potensi masyarakat yang terlibat dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1437 H sebelum melaksanakan dilapangan.

Melalui apel pengecekan ini diharapkan rencana operasi yang telah dipersiapkan dengan matang dan cermat, dapat dilaksanakan secara baik dan mampu mendorong sinergitas seluruh stakeholders.

"Sandi operasi yang selama ini kita kenal dengan "KETUPAT" pada tahun 2016 berubah menjadi "RAMADANIYA" yang merupakan singkatan Ramadhan dan Hari Raya yang mengandung arti Harafiah suci adil dan sempurna," ujarnya.

Kegiatan itu, kata dia, dilaksanakan selama 16 hari mulai tanggal 30 Juni-15 Juli 2016. Mudik, lanjut dia, merupakan salah satu aktifitas dalam perayaan hari raya idul fitri yang telah menjadi tradisi atau budaya madyarakat indonesia.

"Mudik dilaksanakan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita