Dandim (paling kanan) saat meninjau hasil pengaspalan jalan pada TMMD di Desa Kepunduhan (Foto: Dok/Pendim Tegal)
PanturaNews (Tegal) - Prajurit TNI harus berbuat yang terbaik, sehingga hasil dari kegiatan TMMD bias bermanfaat dan dirasakan masyarakat banyak. TNI harus selalu manunggal dengan rakyat, karena TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat.
Demikian dikatakan Dandim 0712/Tegal, Letkol Inf Hari Santoso S.Sos, terkait pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 96 tahun 2016 Kodim 0712/Tegal di Desa Kepunduhan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
“Berkat kerja keras anggota Satgas TMMD dan gotong royong masyarakat, kegiatan berhasil sesuai perencanaan. Setelah TMMD ditutup pada 01 Juni 2016 lalu, kini tinggal masyarakat yang harus merawat, agar apa yang sudah dibangun bias bertahan lama,” ujar Dandim Tegal, Jumat 24 Juni 2016.
Dijelaskan, sasaran pembangun fisik pada TMMD di Desa Kepunduhan, diantaranya pengaspalan jalan sepanjang 573 meter dan lebar 3 meter, Talud sepanjang 385 meter dan lebar 0,3 meter, pengurugan jalan panjang 205 meter, pengerasan jalan panjang 238 meter, lebar 2,5 meter dan rehab beberapa titik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan jambanisasi di belasan rumah warga.
Padahal, kata Dandim, dulu melihat kondisi Desa Kepunduhan sangat memprihatinkan. Saat Dandim meninjau kegiatan TMMD dengan menyusuri pembangunan talud, pengerasan jalan, pengaspalan jalan dan pengurugan yang lebih dulu rampung. Sehingga ketika diguyur hujan deras, namun tidak membuat jalan becek dan berlumpur. Karena, jalan baru yang dibuka TMMD tersebut sudah dipadatkan dengan tanah dan batu, sehingga tetap bisa dilalui mobil maupun sepeda motor.
“Dulu parah, tapi kini jalan sudah menjadi jalan protokol. Manfaat terbesar yang dirasakan masyarakat desa terpencil ini, adalah aktivitas warga bisa lebih terbantu, khususnya petani untuk mendapatkan hasil panen secara maksimal. Hasil panen sawah dan ladang lebih mudah diangkut, karena berada di pinggir jalan dengan upah yang lebih murah dari sebelumnya,” tutur Dandim.
Lebih lanjut dikatakan, sekarang warga yang mengendarai kendaraan bermotor, dapat menghemat bahan bakar. Dulu untuk keluar desa warga harus memutar arah untuk sampai ke jalan raya, tapi kini bisa langsung karena sudah diaspal.
“TMMD telah membuktikan kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam membangun desa terpencil di pelosok negeri. Program TNI yang dulu dikenal dengan sebutan ABRI Masuk Desa (AMD) ini, secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta menumbuhkan kecintaan rakyat terhadap Tanah Air dan TNI,” tandas Letkol Inf Hari Santoso.