Haris Nasution
PanturaNews (Medan) - Kekurangan yang dimiliki seseorang, jangan dijadikan alasan untuk minder atau menyerah dalam meraih apa yang diinginkan. Apalagi jika ada kritikan, jadikanlah semua itu sebagai motivasi untuk terus belajar.
Sebagaimana yang dialami Haris Nasution, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang saat ini berada di Semester VIII Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) ini. Haris yang memiki keinginan menjadi penyiar radio, diawali pada tahun 2013 dengan menjadi penyiar di radio kampus, demi mewujudkan cita-citanya menjadi salah satu presenter di televisi swasta nasional.
Namun mengawali menjadi penyiar radio kamus, tidak semudah yang dia bayangkan. Haris yang pada Desember genap berusia 22 tahun ini, tak jarang mendapat kritikan dari pembimbing maupun seniornya. Kritikan, terutama tertuju pada suaranya yang cempreng dan kurang enak didengar telinga, memacu dirinya untuk menjadi si jago nyiar.
“Memang suara saya dikatakan cempreng, tapi kekurangan yang saya miliki ini tidak menjadikan saya minder dan lantas menyerah,” kata Haris yang mengaku sangat mencintai dunia kepenyiaran.
Dari kritikan yang sering dia terima itulah, justru membuat semangat dan motivasi untuk belajar dan menjadi lebih baik lagi semakin kuat. Haris meyakini suara cemprengnya dapat diubah, dan kelak dia bisa menjadi penyiar professional sebagai jembatan menjadi presenter di televise pula.
“Untuk mengetahui sudah sejauh mana kemampuan saya, terutama pada vocal, saya banyak berlatih dan percaya diri bahwa saya bisa,” tuturnya.
Maka untuk menguji kemampuanya setelah berlatih vocal, pada tahun 2014 Haris pun tergerak mengikuti lomba yang diadakan oleh salah satu radio swasta di Kota Medan yang bertajuk Sonya Presenter Hunt. Di lomba ini, Haris berhasil meraih juara 3.
Prestasi Haris Nasution lainnya yakni; Best Acting Yamaha Goes To School 2011, Juara 1 Live Reporting Dies Natalis Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan 2015, Juara 1 Live Reporting Pesta Komunikasi Ilmu Komunikasi FISIP UMSU 2015, Juara 3 Live Reporting Mahasiswa se-Sumatera Utara di UIN-SU 2015.
“Dan yang membanggakan, sebagai hadiahnya saya direkrut menjadi penyiar di radio tersebut. Saya lakukan juga menjadi penyiar disana. Tapi karena saat itu saya sibuk kuliah, maka saya putuskan mengundurkan diri,” ungkap Haris yang punya hobi browsing, denger music dan online via Sosial Media.
Setelah sekian waktu sibuk berkutat dengan tugas kuliahnya, Haris pun mulai terusik lagi bercuap-cuap di michrophone. Dia menyadari jika dunia kepenyiaran sudah menjadi “candu”. Sehingga setelah kesibukannya di dunia kampus berkurang, Haris memutuskan mendaftar di stasuin radio swasta yang lain dan diterima bekerja. Semenjak saat itu, Haris mulai mendapatkan gaji setiap bulannya.
Kini si suara cempreng itu, sudah menjadi penyiar radio yang handal, dan menjadi peyiar tetap di salah satu stasiun radio swasta. Sebelumnya Haris mondar-mandir keliling Medan mencari radio yang pas dengan dirinya.
Haris yang dulu pun sudah menjelma menjadi Haris yang jago nyiar. Itulah buah manis dari tekadnya mewujudkan keinginan dan cita-cita. “Untuk bisa menjadi penyiar yang baik, harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi, rajin berlatih vocal dan up to date informasi, khususnya perkembangan dunia musik,” pungkas Harus yang tinggal di Jalan Bunga Teratai Nomor 51 P. Bulan Selayang II Medan. (Ika Putri A Saragih - Media Relation Iris Publisher)