Jumat, 20/05/2016, 09:34:57
Kewalahan, RSUD Bumiayu Batasi Jumlah Pasien
-Laporan Zaenal Muttaqin

Direktur RSUD Bumiayu, dr Ali Budiarto (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - RSUD Bumiayu di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kewalahan melayani pasien yang meningkat. Jumlah pasien rawat inap dan juga rawat jalan, terus meningkat sehingga terpaksa dibatasi.

Pembatasan dilakukan karena waktu untuk pelayan tidak cukup, dan jumlah dokter spesialis yang harus melayani pasien juga sangat terbatas. Dokter spesialis dalam sehari rata-rata melayani 50 pasien lebih.

Direktur RSUD Bumiayu, dr Ali Budiarto ketika dikonfirmasi membenarkan kondisi itu, bahkan diakui terjadi penurunan pelayanan kepada pasiennya, karena terpaksa melakukan pembatasan waktu dan jumlah pasien terutama rawat inap.

"Kami kewalahan layani pasien karena jumlah kunjungannya dan juga rawat inap terus bertambah," ujarnya kepada PanturaNews.Com, Jumat 20 Mei 2016.

Peningkatan jumlah pasien diantaranya adanya kemudahan pelayanan bagi pasien tidak mampu, dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi mereka yang tidak terkafer oleh BPJS.

Pelayanan pada pasien menurun karena keterbatasan jumlah dokter spesialis di RSUD Bumiayu. Dokter spesialis dalam sehari rata-rata melayani 50 pasien lebih, sehingga waktunya tidak akan cukup untuk melayani pasien itu, baik yang rawat jalan maupun yang rawat inap.

"Dokter itu dalam melayani pasiennya membutuhkan juga data-data tentang pasien seperti rongent dan lainnya," kata Ali.

Untuk dapat melayani jumlah pasien yang terus meningkat itu, RSUD membutuhkan tambahan dokter spesialis. Diantaranya spesialis kandungan, spesialis dalam, anastesi, spesialis anak dan lainnya.

"Dokter spesialis sebagian sudah ada dan masih sangat kurang. Spesialis kandungan juga kurang karena AKI dan AKB di Brebes ini masih tertinggi di Jawa Tengah," terang Ali.

Diungkapkan pihaknya telah mengajukan penambahan dokter spesialis kepada Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Diharapkan ada dukungan dari Pemkab untuk menguatkan permintaan penambahan dokter spesialis itu.

"Kami berharap bupati juga ikut membantu untuk mewujudkan penambahan dokter spesialis, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat makin baik," terang Ali.

Selain penambahan dokter spesialis, RSUD Bumiayu juga membutuhkan instalasai bedah sentral untuk mendukung pelayanan. Pembangunan instalasi bedah sentral itu saat ini dirasakan sangat mendesak.

"Instalasai bedah sentral juga sangat dibutuhkan, bahkan mendesak untuk meningkatkan pelayanan pasien," tandas Ali.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita