Kamis, 19/05/2016, 09:47:03
Banyak Wali Murid Penerima KBC Tak Tahu Kegunaanya
-Laporan Takwo Heriyanto

Bupati Brebes menunjukkan Kartu Brebes Cerdas (Foto: Dok)

PanturaNews (Brebes) - Program Kartu Brebes Cerdas (KBC) yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, sejak 2014 hingga saat ini masih diberlakukan, ternyata masih banyak penerima dalam hal ini para wali murid yang masih belum mengetahui kegunaannya.

Mereka berangggapan bahwa KBC yang diperuntukan bagi para siswa-siswi tidak mampu dari tingkatan SD, SMP dan SMA, baik negeri maupun swasta tingkat sederajat ini, bisa dicairkan dalam bentuk uang layaknya kartu ATM bank.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, DR. Tahroni MMPd menjelaskan, program KBC sebenarnya diberikan ke para siswa-siswi yang tidak mampu dari tingkatan SD, SMP dan SMA, baik negeri maupun swasta tingkat sederajat.

Tak terkecuali diberikan bagi para siswa-siswi tidak mampu yang akan melanjutkan sekolah dari mulai SD ke tingkat SMP dan dari SMP ke tingkat SMA. "Tapi penerima KBC ini nantinya harus menyerahkan ke sekolah, dimana si penerima itu sendiri akan melanjutkan sekolahnya," jelas Tahroni saat acara festival Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Brebes, di GOR Sasana Adhi Karsa Brebes, kemarin.

Lebih lanjut dijelaskannya, ada sekitar 32 ribu lebih KBC yang nantinya akan diberikan kepada para siswa-siswi yang tidak mampu. Program KBC ini, kata Tahroni, baru bisa digunakan pada saat tahun ajaran baru 2016/2017, atau sekitar Juli mendatang.

"Untuk tahun 2015 lalu, kalau tidak salah sudah ada sekitar 7000 KBC yang sudah diberikan kepada para siswa-siswi yang tidak mampu. Mudah-mudahan tahun 2016 ini, yang kami terus genjot, KBC bisa tersalurkan semuanya kepada penerima," harap Tahroni.

Pihaknya menjamin bahwa KBC bisa digunakan oleh para siswa-siswi yang tidak mampu. Hal itu menyusul, semua kepala sekolah sudah melakukan MoU/kerjasama dengan Pemkab.

"Jadi tidak ada alasan bagi sekolah yang menolaknya. Tapi, untuk para siswa-siswi, seperti yang sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI), sebenarnya kami sudah meminta kepada Kementarian Agama (Kemenag) setempat.

Yakni untuk mendata semua nama siswa-siswi yang tidak mampu supaya bisa mendapatkan KBC. Tapi, mereka lambat mendatanya. Kami berharap kepada Kemenag setempat suapaya segera mungkin bisa mendata semua nama siswa-siswi MI yang tidak mampu supaya bisa mendapatkan KBC," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE selama sosialisasi dan penyerahan KBC bagi para siswa-siswi tidak mampu mengatakan, kreteria penerima KBC di antaranya, mempunyai kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan mempunyai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diketahui desa/ kelurahan serta kecamatan.

Menurut Bupati, peluncuran program pendidikan gratis melalui KBC itu dilatarbelakangi banyaknya keluhan dari masyarakat yang terpaksa anaknya putus sekolah karena tidak mempunyai biaya.

Dari keluhan tersebut kemudian muncul ide agar pemerintah daerah bisa mendorong sehingga anak usia sekolah tetap bisa belajar meski mereka terkendala biaya. Yakni, melalui program pendidikan gratis dengan KBC. Sehingga, kedepan tidak ada lagi alasan anak putus sekolah karena tidak mempunyai biaya. Sebab, biaya pendidikan wajib belajar 12 tahun bagi siswa tidak mampu sudah digratiskan.

"Untuk diketahui, yang gratis dari KB ini adalah bebas uang bulanan SPP dan uang gedung. Sedangkan untuk biaya kebutuhan, seperti buku-buk pelajaran maupun sarana prasarana yang menunjung bagi pendikan, sekolah tetap memungut biaya," pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita