Pengurus dari 17 PAC PDIP bertemu dengan Ketua DPP PDIP, Prakosa di Bumiayu (Foto: Dok.IS)
PanturaNews (Brebes) - Seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan mosi tidak percaya atas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, H Indra Kusuma.
Mosi tidak percaya itu dilalukan saat pertemuan seluruh pengurus PAC dari 17 kecamatan dengan Ketua DPP PDI Perjuangan, H Prakosa di salah satu rumah makan di Kecamatan Bumiayu, Minggu 15 Mei 2016.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes Bidang Inormasi dan Komunikasi (Infokom), Imam Santoso mengatakan, seluruh PAC telah membuat surat ketidakpercayaan kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes, H Indra Kusuma. PAC juga meminta kepada DPP untuk menonaktifkan Ketua DPC saat ini.
"Ada 106 orang yang merupakan pengurus dan ketua dari 17 PAC datang dan membuat kesepakatan itu," katanya kepada sejumlah wartawan, Senin 16 Mei 2016.
Menurutnya, ada delapan usulan kepada DPP diantaranya, PAC mengusulkan pasangan Idza - Narjo (Ijo) untuk diteruskan sebagai pasangan bupati dan wakil bupati pada Pilkada Brebes 2017 mendatang. Seluruh PAC siap mengawal dan memenangkan Pilkada.
"PAC minta agar struktural DPC dievaluasi oleh DPP secepatnya, dan PAC siap untuk memenangkan Pilkada," ujar Imam.
Dikatakan, usulan itu karena beberapa alasan, diantaranya Ketua DPC PDIP Brebes selama ini dinilai bersikap otoriter, dan lebih mementingkan kepentingan famili. Bahkan beberapa waktu lalu dilakukan pergeseran kepemimpinan Fraksi di DPRD tanpa ada rapat.
"Tanpa ada rembug terlebih dahulu, kepemimpinan Fraksi DPRD digeser demi kepentingan sendiri," ungkap Imam.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sirampog, H Ikhya Ulumudin mengatakan, PAC Sirmapog ikut serta mengajukan surat pernyataan untuk dilakukan evaluasi struktural DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes. Menurutnya, kegiatan partai selama ini vacum dan terjadi kemerosotan perolehan kursi di DPRD Brebes.
"Perolehan kursi menurun dari Pemilu ke Pemilu. Dari 17 kursi turun menjadi 13 kursi dan terakhir hanya 11 kursi, ini bukti kemunduran," katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paguyangan, Bagus Handoko. Seluruh PAC mengancam tidak akan ikut serta dalam rapat persiapan Pilkada, jika tidak ada evaluasi kepemimpinan DPC.
"Kami ingin evaluasi segera dilakukan DPP, atau kami tidak akan ikut pada rapat jelang Pilkada," tandasnya.