Rabu, 27/04/2016, 10:27:12
Perbaikan Jembatan Setelah Normalisasi Sungai
-Laporan Zaenal Muttaqin

Pengendara sepeda motor dengan hati-hati melintas di jembatan Plompong (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jembatan Plompong yang jadi penghubung utama Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak dapat diperbaiki sebelum dilakukan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Jembatan Plompong rusak akibat pergerakan tanah beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Plompong, Fatoni kepada PanturaNews.Com, Rabu 27 April 2016. "Penanganan jembatan tidak dapat dilakukan sebelum ada penanganan aliran sungainya," katanya.

Menurutnya, penyebab kerusakan jembatan Plompong yang melintang sepanjang 90 meter di atas sungai Keruh itu, akibat adanya pergerakan tanah di sekitar aliran sungai sepanjan tiga kilometer. Pergerakan tanah itu juga mengakibatkan kerusakan rumah di beberapa perdukuhan dan juga saluran irigasi pertanian.

"Penyebab utamanya karena adanya pergerakan tanah di sekitar aliran sungai," ungkap Fatoni.

Dikatakan, hasil rapat yang dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes pada Selasa kemarin, penanganan jembatan akan dilakukan setelah adanya normalisasi DAS dan pembuatan groundsill.

"Hasil rapat tadi menyebutkan, jembatan tidak akan diperbaiki sebelum ada normalisasi dan pembuatan groundsill," tutur Fatoni.

Normalisasi sungai dilakukan untuk mengarahkan alur sungai dan groundsill perlu dibangun menyilang sungai untuk menjaga agar dasar sungai tidak turun terlalu berlebihan. Anggaran untuk normalisasi dan membangun groundsill rencananya dari pemerintah Provinsi.

"Informasinya ada dana dari Provinsi yang akan digunakan untuk penanganan normalisasi sungai Keruh," ucap Fatoni.

Perlu diketahui, kerusakan jembatan Plompong akibat adanya pergerakan tanah sekitar DAS Keruh. Pergerakan tanah yang mengakibatkan terjadinya retakan sepanjang hampir tiga klilometer itu juga merusak beberapa rumah warga.

Panjang retakan mencapai sekitar tiga kilometer, retakan dan pergerakan tanah itu telah merusak jembatan, jalan dan beberapa rumah warga juga mengalami retak-retak.

Pergerakan tanah terus terjadi terutama jika terjadi hujan lebat. Pada ujung jalan utama menuju Desa Plompong juga telah dipasang papan peringatan larangan bagi kendaraan roda empat untuk melewati jembatan dan jalan menuju Plompong, karena sangat membahayakan keselamatan.

Meski begitu beberapa kendaraan roda empat ada yang memaksakan untuk lewat, karena untuk memutar ke jalur lain jaraknya sangat jauh. "Kondisi jembatan dan jalan sangat berbahaya bagi kendaraan roda empat, sehingga dipasang papan peringatan," pungkas Fatoni.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita