Anggota DPR RI, Muhammad Prakosa dari Dapil IX Jateng (Foto: Dok.)
PanturaNews (Tegal) - Pancasila sebagai pandangan hidup secara keseluruhan merupakan intisari dari nilai-nilai budaya masyarakat yang majemuk. Hal itu ditegaskan oleh anggota MPR/DPR RI, Dr Ir Muhammad Prakosa PhDn dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para mahasiswa bertempat di sebuah Rumah Makan Pangkah, Kabupaten Tegal, Kamis 21 April 2016.
"Pancasila memiliki ciri yang khas dalam kebudayaan masyarakat, oleh karena itu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia dan merupakan ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia," ujar dihadapan puluhan peserta, sebagaimana rilisnya.
Menurutnya, Sila pertama Pancasila 'Ketuhanan Yang Maha', mengandung nilai saling menghormati antar sesama penganut agama dan tidak mempermasalahkan perbedaan tentang cara beribadah kepada Tuhan. Konflik yang mengatasnamakan agama tidak akan terjadi jika memahami secara mendalam tentang Pancasila pada Sila pertama itu.
"Karena dengan memahami sila pertama itu akan tercipta rasa saling menghormati dan menghargai Ketuhanan masing-masing," kata Prakosa.
Selanjutnya, pada Sila kedua Pancasila 'Kemanusiaan yang adil dan beradab', mengandung nilai-nilai kemanusiaan. Yakni, pengakuan terhadap adanya martabat manusia, perlakuan yang adil terhadap martabat manusia, dan pengertian manusia yang beradab memiliki daya cipta, rasa, karsa dan keyakinan sehingga jelas adanya perbedaan antara manusia dan hewan.
"Sehingga tumbuh nilai saling menyayangi dan mengasihi antar sesama serta menghormati nilai- nilai hidup setiap orang. Nilai-nilai pada pasal ini untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap hak-hak dasar manusia," terang Prakosa.
Prakosa juga menjelasakan, pada Sila ketiga, 'Persatuan Indonesia' mengandung nilai-nilai diantaranya, bahwa persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia adalah persatuan suku-suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia dan memiliki satu tekad yang sama dalam pencapaian cita-cita.
"Pengakuan terhadap “Ke-Bhineka Tunggal Ika-an” suku Bangsa dan kebudayaan Bangsa yang berbeda-beda namun satu jiwa, memberikan arah dalam pembinaan kesatuan Bangsa," terang Prakosa, anggota DPD RI dari Dapil IX Jawa Tengah (Brebes, Tegal dan Kota Tegal) ini.
Ditegaskan pula, bahwa sila Persatuan Indonesia bertujuan menciptakan nilai-nilai persatuan dan persatuan sehingga mencegah terjadinya konflik perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tidak akan terjadi.
Selanjutnya, pada sila keempat terkandung terkandung nilai bahwa kedaulatan negara adalah ditangan rakyat dan kelima mengandung nilai bahwa perwujudan keadilan sosial dalam kehidupan sosial atau kemasyarakatan meliputi seluruh rakyat Indonesia dengan tidak memandang Suku, Agama, Ras dan golongan.
"Perwujudan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah negara adalah untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap diri bangsa untuk mencegah terjadinya konflik antar suku, agama, dan daerah serta menghindari adanya tindakan separatis untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandas Prakosa.
Rapat dengar pendapat berlangsung penuh antusias dari peserta yang terdiri dari para mahasiswa. Beberapa tokoh masyarakat dan lainnya.