Kepala SMP Negeri 2 Bumiayu, Hj Farida Hidayati menyemangati siswa peserta lomba masak nasi goreng Hari Kartini (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Banyak cara dilakukan untuk memperingati hari Kartini, salah satunya dengan menggelar lomba memasak nasi goreng. Pesertanya kali ini adalah siswa laki-laki, sepertiyang dilakanakan di SMP Negeri 02 Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 21 April 2016.
Kepala SMP Negeri 02 Bumiayu, Hj Farida Hidayati MPd mengatakan, lomba memasak ini diadakan di halaman sekolah, lomba tersebut diikuti oleh seluruh siswa laki-laki, mulai dari kelas VII hingga kelas IX dan juga guru laki-laki untuk enggembira dan menyemangati para siswa.
"Lomba untuk siswa dilakukan per kelompok, masing-masing kelompok terdiri antara tiga anak. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih anak-anak supaya bisa bekerja sama," katanya.
Selain untuk memeriahkan hari Kartini juga menanamkan kemandirian pada anak. Juga melatih kreativitas pada siswa serta menanamkan jiwa kebersamaan.
"Mandiri, kreatif dan bisa bekerjasama salah satu modal untuk menjadi siswa yang baik dan berprestasi, sehingga perlu dilatih," kata Farida.
Pada saat lomba digelar banyak hal-halyang menarik dan lucu terjadi pada siswa, ada yang nampak kaku ketika mengulek bumbu dan saat menggoreng nasi. Tapi tidak sedikit pula yang lincah dan terampil ketika membuat bumbu sampai menyajikannya di piring.
"Banyak hal yang manfaat dirasakan oleh peserta dan itu makin membuat siswa lebih bersemangat," ungkap Farida.
Selain lomba memasak nasi goreng bagi siswa laki-laki, juga ada lomba cipta puisi dengan tema hari Kartini. Lomba paduan suara dengan lagu Ibu Kita Kartini juga diadakan dengan pesertanya beregu atau grup yang terdiri tujuh siswa dan tujuh siswi serta satu derigen.
"Dalam rangka Hari Kartini juga ada lomba paduan suara dan cipta puisi sekaligus membacanya dengan peserta para siswa," tutur Farida.
Lomba memasak nasi goreng dilakukan dengan penilaian meliputi rasa, tampilan dan juga kreasi penyajian. Sebagai juri adalah para ibu guru yang telah ditunjuk dan pemenang lomba diberikan hadiah sebagai penghargaan dan penyemangat.
"Tujuan utamanya untuk meriahkan hari Kartini dan sekaligus mengenangnya sebagai pahlawan bagi bangsa Indonesaia," pungkas Farida.