Rabu, 20/04/2016, 05:52:40
Pendukung Calon Kades Geruduk Kantor Bupati
-Laporan Takwo Heriyanto

Massa pendukung calon kades yang kalah saat klarifikasi Kantor Bupati Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Puluhan pendukung calon Kepala Desa (Kades) Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang kalah dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada Minggu 17 April lalu, mendatangi Kantor Bupati Brebes, Rabu 20 April 2016.

Kedatangan mereka yang diterima Asisten I Setda Pemkab Brebes, yang sekaligus sebagai Ketua Panitia Pilkades tingkat kabupaten, Suprapto, di ruang rapat Sekda ini, guna meminta klarifikasi atas persoalaan yang menurut warga dianggap tidak adanya ketransparanan yang dilakukan oleh Panitia Pilkades Wlahar.

Hadir dalam pertemuan tersebut, selain Asisten I Setda Pemkab Brebes, juga Kabag Pemdes Pemkab Brebes, yang juga Wakil Ketua Panitia Pilkades tingkat Kabupaten, Amrin Alfi.

Termasuk, Camat Larangan, yang juga dari Panitia Pilkades tingkat kecamatan, Panitia Pilkades Desa Wlahar dan BPD Desa Wlahar, hadir dalam forum tersebut. Hadir pula dari jajaran Polres Brebes dan Kapolsek Larangan serta pihak-pihak terkait.

Asisten I Setda Pemkab Brebes, Suprapto mengatakan, ada dua opsi atas hasil dari pertemuan untuk klarifikasi terkait persoalan tersebut. Opsi yang pertama, adalah dari perwakilan warga atau pendukung calon kades Desa Wlahar yang kalah, adalah seandainya terdapat bukti-bukti yang dianggap cukup kuat, mereka akan menempuh gugatan melalui jalur hukum.

"Tapi hari ini adalah hari yang ketiga atau batasan hari terakhir untuk pengajuan keberatan atau gugatan, maupun pengaduan atas hasil Pilkades serentak di Kabupaten, sejak hari Senin kemarin," tutur dia.

Opsi yang kedua, lanjut dia, adalah dari Panitia Pilkades maupun BPD Desa Wlahar mengusulkan kepada Pemkab Brebes agar segera melakukan tahapan Pilkades selanjutnya, yakni pelantikan calon kades terpilih.

Dia menjelaskan, terkait dengan klarifikasi yang disampaikan oleh perwakilan Desa Wlahar tersebut, dari Panitia Pilkades Desa Wlahar sejatinya sudah melakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada.

"Kami berharap kepada warga Desa Wlahar untuk tetap menjaga kondusifitas desanya, demi terciptanya suasana yang aman dan damai," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya hasil perhitungan suara Pilkades serentak di Desa wlahar, Kecamatan Larangan, diwarnai aksi protes oleh para pendukung calon Kades yang kalah.

Aksi protes yang dilakukan oleh sekitar ratusan warga Desa Wlahar yang mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisin Polres Brebes tersebut dengan mendatangi Kantor Kecamatan Larangan, Selasa 19 April 2016.

Ketua Panitia Pilkades Desa Wlahar Eko Dardirjo mengatakan, mereka memprotes agar hasil perhitungan suara yang sudah disaksikan dan ditandatangani dalam berita acara tersebut untuk diulang kembali.

Pasalnya, mereka yang berasaal dari para pendukung calon kades menuding bahwa panitia pilkades tidak transaparan dalam pembagian kartu undangan pencoblosan.

Diketahui, sebagai calon kades terpilih pada Pilkades serentak di Desa Wlahar, Minggu 17 April kemarin, adalah Kursan dengan perolehan sebanyak 2.441 suara. Hasil itu, terdapat selisih 35 suara dari Waryono yang hanya memperoleh sebanyak 2.406 suara.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita