Mahasiswa dan Satpam kampus saling dorong saat aksi demo tolak pemberlakuan jam malam di kampus (Foto: Johari)
PanturaNews (Tegal) - Puluhan mahasiswa Univeristas Pancasakti (UPS) Tegal yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa), demo menolak diberlakukannya jam malam. Demo berlangsung rusuh, karena ditolak masuk gedung Auditorium Kampus UPS oleh petugas keamanan.
Demo digelar bertepatan dengan acara wisuda Sarjana (S1) ke-55, dan Ahli Madya (D3) ke-35 Univeristas Pancasakti (UPS) Tegal di Auditorium Kampus UPS Jalan Halmahera KM1, Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 19 Mret 2016.
Koordinator aksi demo, Andi Fadli dalam orasinya menolak diberlakukannya jam malam oleh pihak kampus. Pasalnya, mahasiswa sering melakukan kegiatan di unit kegiatan mahaiswa (UKM) pada malam hari. Dengan diberlakukan jam malam hingga pukul 22.00 WIB, jelas akan mempersulit kegiatan mahasiswa yang sering kali sampai malam.
Sementara Resimen Mahasiswa (Menwa) bebas keluar masuk kampus jam berapa saja. “Ini tidak adil, karena sama-sama mahasiswa mempunyai hak dan kewajiban yang sama, tolak arogansi,” teriak Andi Fadli.
Menurutnya, dengan dipasangnya CCTV di sejumlah titik yang semula untuk keamanan kampus, ternyata untuk memantau kegiatan aktivis. Padahal, pemasangan CCTV tidak efektif, karena masih saja sering terjadi kehilangan helm.
“Itu CCTV dipasang bukan untuk keamanan kampus, tapi untuk memantau kegiatan aktivis saudara-saudura, buktinya masih saja ada yang kehilangan helm,” ungkap Andi.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Fajar Ari Sadewo SH MH mengatakan, tidak ada pemberlakuan jam malam di kampus UPS Tegal. Kampus membebaskan melakukan kegiatan sampai jam berapa saja, asal ada pemberitahuan. Terkait kegiatan malam yang dibatasai hingga pukul 22.00 WIB, karena setiap lembaga atau instansi di mana saja pasti ada peraturan.
“Saya tegaskan kepada kalian, tidak ada pemberlakuan jam malam, mahasiswa silakan melakukan kegiatan sampai jam berapa saja, asal ada pemberitahuan ke kampus. Hal itu untuk mengantisipasi orang luar masuk, serta untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Fajar.
Fajar menambahkan, sebelumnya sudah masuk surat dari mahasiswa untuk audiensi terkait kegiatan malam hari, dan sudah diposisi hari Rabu atau Kamis. "Surat minta audiensi sudah saya setujui, besok hari rabu atau kamis, kalau sekarang kan sedang ada wisuda, tapi mereka malah sekarang demo," ujar Fajar.
Sebelumnya, aksi mahasiswa di luar gedung auditorium berlangsung tertib. Namun ketika tidak ada satupun pejabat yang bersedia menemui karena sedang berlangsung acara wisuda, membuat mahasiswa geram dan marangsek untuk masuk ke auditorium.
Beruntung dapat dihalau oleh Satpam dan Menwa. Tak bisa masuk ke auditorium, mahasiswa marangsek lagi gedung rektorat, lagi-lagi dihalau oleh petugas keamanan, hingga akhirnya terjadi aksi dorong-dorongan mahasiswa dengan Satpam kampus.
Keadaan mulai tidak kondusif ketika salah satu mahasiswa bernama Wahyu, terjatuh kemudian diamankan petugas dibawa masuk ke ruangan rektorat. Melihat rekannya di dalam, mahasiswa yang lain meradang dan emosi, sehingga nyaris terjadi baku hantam antara mahasiswa dengan Satpam.
Beruntung Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Fajar Ari Sadewo SH MH datang menemui pengunjuk rasa dan menjelaskan tidak ada jam malam, akhirnya pengunjuk berangsur bubar.