Akhlak bisa dikatakan serupa dengan budi pekerti, etika, moral, dan tata susila. Akhlak memegang peranan penting dalam segi kehidupan. Maka dapat dijadikan sebagai ukuran tinggi rendahnya pribadi seseorang, sehingga pembinaan akhlak menjadi penting bagi kehidupan manusia. Ada empat akhlak mulia yang akan kita bahas:
1.Niat yang ikhlas:
Amal kebaikan kita lakukan walaupun banyak akan hilang sia-sia bila dilakukan degan tidak ikhlas, sebagaimana peristiwa yang dijelaskan Rasulullah dalam salah satu riwayatnya, “sesungguhnya segala perbuatan bergantung kepada niatnya, dan sesungguhnya tiap orang memperoleh sesuatu sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang hijrahnya itu ialah karena Allah dan RasulNya dan barang siapa yang hijrah karena dunia atau untuk mengawini seorang wanita maka hijrahnya ialah kearah yang ditujukannya itu”.(H.R Bukhari dan Muslim).
2.Muraqabatullah (Pengawasan Allah):
Allah selalu menyertai makhluk-makhlukNya dalam situasi dan kondisi bagaiamapun juga, ini adalah pengawasan yang efektif untuk menjaga kontunitas amal dan istiqamahnya iman. Keyakinan ini akan menjauhkan seorang mukmin dari praktik kotor dalam seluruh aspek kehidupannya.
“Dan pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghoib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang didaratan dan dilautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang yagta (lauh mahfudz)”. (Q.s al-an’am : 55).
Muraqabatullah membangkitkan sifat ihsan dalam seluruh aktivitas, baik ada orang maupun tidak ada orang yang melihatnya, kualitas kerja dan kedisiplinan tidak terpengaruh oleh orang.
3.Muhasabatunnafs (Intropeksi Diri):
Mengoreksi kesalahan diri sendiri tidaklah semudah bila kita mengoreksi kesalahan orang lain, padahal sikap ini mendatangkan keuntungan bagi kesucian jiwa.
Umar bin Khattab menyatakan “hasibu anfusakum qabla an tuhasabu” hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, artinya seorang muslim harus selalu memeriksa dirinya sebelum kelak diperiksa oleh Allah. Manfaat dari intropeksi adalah untuk memperbaiki kekhilafan masa lalu untuk kemudian menyempurnakan kekurangan, menjauhkan angkuh dan menatap masa depan dengan lebih baik.
4.Tawakal kepada Allah:
Manusia sebagai makhluk yang serba terbatas hanya mampu berusaha dan berdoa sedangkan hasilnya diserahkan kepada Allah Swt, inilah yang dimaksud dengan tawakal. Menyerahkan segala ikhtiar (usaha) kepada ketentuannya.
Dari umar bin Khattab, “saya pernah mendengar Rasulallah bersabda,’andaikata kamu benar-benar bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan memberi rezeki kepadamu, sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung yang keluar diwaktu pagi dengan perut kosong dan kembali diwaktu sore dengan perut kenyang’,” (H.R Turmudzi).
Demikianlah empat pendidikan akhlak yang dicontohkan oleh Rasulallah untuk dijadikan pelajaran bagi kita, selain masih banyak akhlak yang harus dipedomani sebagai suri tauladan.