Minggu, 13/03/2016, 06:24:31
Jangan Bawa Konflik Timur Tengah ke Indonesia
Oleh: Imam Ghozali
--None--

Akhir- akhir ini isu sektarian/firqoh di Indonesia sangat gencar dilakukan, seiring memanasnya konflik Timur Tengah, Yaman, Syria yang semuanya didukung kelompok dari Negara-negara Arab dan diluar Arab.

Milisi pemberontak Suriah yang didukung Arab Saudi, Qatar, Turki, Amerika, Israel, sementara Pemerintah Suriah dibawah PresidenBbashar Al-Ashad didukung Iran, Irak, Rusia, Yordania. Padahal menurut saya pribadi, konflik tersebut merupakan konflik politis, bukan konflik manhaj.

Sekarang konflik tersebut sudah meluas dengan ketegangan antara Saudi Vs Iran, menyusul dieksekusi matinya ulama Iran di Saudi, Syech Nimr Al-Nimr. Konflik Sunni - Syiah pun menjadi jargon yang laris untuk memerangi Syiah yang dianggap di luar Islam dan konflik itupun mulai di import ke Indonesia.

Dengan maraknya organisasi anti syiah seperti ANAS, bukan menambah keteduhan bagi masyarakat Indonesia, namun akan memunculkan organisasi- organisasi lain yang tidak setuju dengannya akan bermunculan, ini menyebabkan eskalasi perbedaan pemahaman semakin tajam.

Dr. Michael Brant, salah seorang mantan tangan kanan direktur CIA, Bob Woodwards yang mengawali adanya kepentingan Transnasional dalam menciptakan konflik Sunni - Syiah. Dalam sebuah buku berjudul “A Plan to Devide and Destroy the Theology”, Michael mengungkapkan bahwa CIA telah mengalokasikan dana sebesar 900 juta USD untuk melancarkan berbagai aktivitas anti Syiah.

Hal ini kemudian diperkuat oleh publikasi laporan RAND Corporation di tahun 2004, dengan judul “US Strategy in The Muslim World After 9/11". Laporan ini dengan jelas dan eksplisit, menganjurkan untuk terus mengekploitasi perbedaan antara Ahlu Sunnah dan Syiah demi kepentingan AS di Timur Tengah.

Kemenangan Revolusi Iran tahun 1979, telah menggagalkan politik-politik Barat yang sebelumnya menguasai kawasan negara Islam. Iran yang sebelumnya tunduk dan patuh terhadap AS, pasca revolusi justru lebih banyak menampilkan sikap yang berseberangan dengan negeri “Paman Sam” itu. Karenanya, AS merasa berkepentingan untuk menjaga agar konflik Sunni - Syiah itu tetap ada di wilayah Tim Tengah, demi melanjutkan hegemoninya di kawasan tersebut.

Sementara itu, khusus di Indonesia, keberadaan kaum Syiah bukan barang baru. Syiah telah ada sejak dahulu. Namun, seperti layaknya secara umum, di Indonesia hampir tak pernah ditemui konflik sektarian yang melibatkan antara Sunni - Syiah. Karenanya bagi sebagian pengamat, sangatlah mengherankan jika tiba-tiba Sunni - Syiah turut mewarnai konflik bernuansa SARA di Indonesia.

Bila kita tarik apa yang dinyatakan oleh Michael Brant tersebut ke ranah domestik, maka jelas ada kepentingan di luar SARA yang turut berperan -bahkan mengambil porsi lebih besar- dalam konflik Sunni - Syiah di Indonesia.

Iran bukan hanya satu-satunya rumah buat kaum Syiah. Komunitas Arab - Syiah tersebar di seantero negara-negara Arab: Bahrain, Kuwait, Irak, Lebanon, Suriah, Yaman, Oman, dan bahkan Saudi. Populasi Syiah sangat besar di negara-negara ini, bahkan sebagian menjadi mayoritas seperti di Irak dan Bahrain.

Di Saudi, komunitas Arab - Syiah sekitar 10-15 %, di Lebanon sekitar 35%, di Yaman sekitar 40%. Bukan hanya negara - negara Arab, komunitas Syiah juga tersebar luas di Turki, Afganistan, Azerbaijan, Pakistan, India dan lainnya.

Kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb ke Indonesia, membuat angin segar bagi kalangan umat Islam ahlussunnahwaljama'ah. Pesan perdamaian dan ukhuwah islamiyah yang disebarkan oleh Grand Syaikh Al-Azhar, diterima dengan baik oleh muslimin.

Sayangnya, pesan kebaikan yang digaungkan Grand Syaikh Al-Azhar ini, masih saja ada yang tidak menyukainya. Adalah sebagian kecil kelompok minoritas seperti Wahabi Salafi dan pengikut Ikhwanul Muslimin (kalangan Tarbiyah), yang berlomba-lomba untuk melakukan tuduhan keji dan fitnah kepada pemimpin tertinggi institusi Al-Azhar Mesir itu. Fitnah dan tuduhan yang mereka lakukan sebenarnya sudah berlangsung lama hingga sekarang.

Imâm Abi al-Hasan al-Asy'arî berkata,

اعلموفقنياللهوإياكلمرضاته، وجعلناممنيتقيهحقتقاته، أنلحومالعلماءمسمومة، وعادةاللهفيهتكأستارمنتقصيهممعلومة، وأنمنأطلقعليهملسانهبالثلب، ابتلاهاللهقبلموتهبموتالقلب

"Ketahuilah - semoga Allah memberi taufik kepadaku dan kepadamu untuk mendapatkan keridaan-Nya serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benarnya - bahwa daging para ulama adalah beracun. Sunnatullah dalam membongkar keburukan orang-orang yang melecehkan para ulama telah diketahui bersama. Dan barang siapa yang dengan mulutnya melecehkan mereka, maka Allah akan mematikan hatinya sebelum ia meninggal dunia."

Indonesia negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, wajah dan tindakan muslim Indonesia jangan dikotori dengan tindakan yang biadab, suul adab terhadap para ulama, aulia pendiri republik ini. Mereka berjuang dengan corak budaya Indonesia yang ramah, santun hingga menjadikan bangsa ini menjadi penganut muslim terbesar di jagad ini.

Terlepas dari syiah maupun wahabi yang gencar ingin mendominasi pemahamannya di negeri ini, mari kita jaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jangan jadikan saudara kita saling memusuhi, saling membunuh demi menjadikan eksistensi pemahaman manhaj yang diyakini.

Rasulullahshalallahu alaihi wasallam bersabda:

وَإِيَّاكُمْوَالْغُلُوَّفِيالدِّينِفَإِنَّمَاأَهْلَكَمَنْكَانَقَبْلَكُمْالْغُلُوُّفِيالدِّينِ.

رواهالنسائيوابنماجهوالبيهقيوالطبرانيفيالكبيروابنحبانوابنخزيمةوصححهالألباني

“Jauhkan diri kalian dari berlebih-lebihan (ghuluw) dalam agama. Sesungguhnya berlebih-lebihan dalam agama telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.” (HR an-Nasa’i 5/268, Ibnu Majah no.3029, al-Baihaqi, at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir ).

Allah AzzawaJalla berfirman:

قُلْيَاأَهْلَالْكِتَابِلَاتَغْلُوافِيدِينِكُمْغَيْرَالْحَقِّوَلَاتَتَّبِعُواأَهْوَاءَقَوْمٍقَدْضَلُّوامِنْقَبْلُوَأَضَلُّوا

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. [al-Mâ`idah/5:77]

Jangan jadikan gerakan puritan radikalisme yang menyalahi jumhur ulama,NU Muhammadiyah adalah organisasi orisinil bangsa Indonesia yang cinta tanah air.tugas kalian adalah menjaga stabilitas keutuhan bangsa dari rongronganfahampuritan radikalisme yang menginginkan bangsa ini runtuh, indonesia merupakan trade centre islam dunia saat ini. Menyusul eskalasi ketegangan yang terjadi di timur tengah yang telah mencoreng islam rahmat bagi seluruh alam. Nabi Muhammad di utus ke bumi bukan untuk mengislamkan seluruh penduduk bumi, melainkan untuk menyempurnakan akhlaq.

“Kalau seandainya Tuhanmu menghendaki, tentu berimanlah semua manusia di bumi. Maka apakah engkau (Muhammad) akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang yang beriman semua?" (QS Yunus 10:99).

"Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam" (QS. Al-anbiya 21/107).

Yahudi dan Nashoro tidak akan senang melihatmu sampai kalian mengikutinya. Salam damai, salam santun, salam dari muslim Indonesia untuk dunia, akhiri penindasan terhadap rakyat Palestina sekarang juga...!.

(Penulis adalah Mahasiswa Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal, Prodi Teknik Elektronika Konsentrasi Jaringan & Komputer, Semester 6, Kelas TKJ C, NIM: 1301E048)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita