Dua orang pelajar SMP N 2 Brebes tengah mengikuti lomba krespro remaja (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Sebanyak delapan sekolah di Kabupaten Brebes, mengikuti lomba Klinik Kesehatan Reproduksi (Kespro) remaja yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undip Semarang.
Delapan sekolah, baik tingkat SMP dan SMA yang mengikuti lomba klinik Kespro itu meliputi SMP Negeri 1 Brebes, SMP Negeri 2 Brebes, SMP Negeri 4 Brebes dan SMPNegeri 5 Brebes. Kemudian, SMA Negeri 1 Brebes, SMA Negeri 2 Brebes, SMA Negeri 3 Brebes, dan SMA negeri 1 Jatibarang.
Ketua Panitia Lomba Klinik Kespro LPPM Undip Semarang, dr S A Nugraheni mengatakan, lomba Klinik Krespro remaja tersebut dinilai oleh Tim Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Menurut dia, tim kali pertama mendatangai Klinik Kespro di SMP Negeri 4 Brebes. Kemudian, di Klinik Kespro SMP Negeri 2 Brebes, SMP Negeri 1 Brebes dan beberapa sekolah lainnya. Selain dari Undip, tim penilai juga berasal dari Dinas Kesehatan Pemkab Brebes, Dinas Pendidikan Pemkab Brebes dan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Pemkab Brebes.
"Penilian ini kami laksanakan selama dua hari, mulai hari ini dan besok," ujar Nugraheni, disela-sela penilain lomba Klinik Krespro remaja, di SMP Negeri 4 Brebes, Jumat 19 Februari 2016.
Menurut dia, dalam penilain itu ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya, standar sumber daya manusia, inovasi yang dikembangkan sekolah, pemanfaatan multi media, dan upaya pelaksanaan kegiatan yang melibatkan instansi terkait.
Sebab, keberadaan klinik itu lebih tepatnya sebagai bengkel tempat preventif, promotif, dan rehabilitatif bagi para remaja untuk mendapatkan gabungan dari banyak pelayanan sekolah. Yaitu Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Palang Merah Remaja (PMR), Bimbingan Konseling (BK) dan implementasi pelajaran Penjaskes, moralitas serta budi pekerti.
"Dengan memperoleh informasi yang benar diharapkan para remaja dapat memiliki sikap disertai tanggung jawab dalam pergaulannya," terang dia.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Brebes, Tarwadi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan lomba tersebut. Apalagi, keberadaan Klinik Kespro di sekolah dirasakan sangat positif bagi pertumbuhan anak didik, khususnya dalam hal pergaulan di lingkungannya.
Langkah yang dilakukan tersebut merupakan bentuk nyata dalam memberikan perlindungan terhadap pergaulan bebas di kalangan remaja. Apabila, sampai terjadi remaja salah pergaulan dapat berakibat buruk terhadap masa depannya.
"Dampak dari keberadaan Klinik Kespro di sekolah kami, saat ini sudah sangat dirasakan manfaatnya. Para siswa menjalin pergaulan saat ini lebih terjaga dan terarah. Dan, kami sudah berkomitmen untuk terus mengawal dan mengembangkan Klinik Kespro ini," pungkasnya.