Jumat, 22/01/2016, 07:52:48
DPRD Dukung Gerakan Kami Tidak Takut Teroris
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews

Apel Bersama Bersatu Melawan Terorisme di Alun-Alun Kota Tegal (Foto: Humas)

PanturaNews (Tegal) - Segenap anggota DPRD Kota Tegal sangat mendukung gerakan Kami Tidak Takut terhadap upaya-upaya teroris yang hendak memecah belah persatuan bangsa dan menebar rasa cemas di kalangan masyarakat. Dukungan itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo SH melalui pernyataan sikap yang dibacakan dalam apel bersama bersatu melawan terorisme bersama Forkopimda serta sejumlah ormas dan elemen masyarakat di alun-alun Kota Tegal, Jumat 22 Januari 2016 pagi.

“Pimpinan dan segenap anggota DPRD mendukung gerakan “Kami Tidak Takut” melalui 5 sikap secara tertulis berkaitan adanya aksi radikalisme dan anarkisme yang dilancarkan oleh kelompok teroris,” kata Wasmad Edi Susilo .

Wakil Ketua DPRD yang akrab disapa Wes itu mengatakan, kelima poin pernyataan sikap DPRD yaitu, setia dan taat pada Pancasila dan UUD 1945, Kedua bersedia membela negara RI, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, anti gerakan separatis dan teroris, Ketiga berkomitmen untuk menjaga dan mempertahankan NKRI, Keempat mendukung gerakan kami tidak takut dan Kelima mendukung upaya TNI Polri dan komponen masyarakat lainnya untuk melawan dan memerangi aksi anarkis yang dilakukan oleh kelompok teroris.

Sementara itu, dalam Apel Bersama Bersatu Melawan Terorisme yang juga diikuti oleh Ormas, LSM dan Pelajar se-Kota Tegal itu Walikota Tegal Hj Siti Masitha Suparno yang akrab disapa Bunda Sitha menegaskan, Apel Akbar yang diselenggarakan menjadi bukti bahwa seluruh elemen masyarakat Kota Tegal secara bulat menolak dan mengutuk aksi radikal dan terorisme di Indonesia.

“Apel ini adalah sinyal untuk menyatakan kepada publik bahwa semua elemen masyarakat Kota Tegal tidak ada kompromi dan tidak menerima setiap gerakan radikal yang akan merusak kebersamaan dan kenyamanan masyarakat Kota Tegal,” tegas Bunda.

Bunda menambahkan, aksi radikal tersebut juga sudah jelas membawa korban jiwa dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga masyarakat harus bersatu untuk menolak aksi, paham, ideologi radikal dan terorisme.

“Gerakan penolakan terhadap paham radikal yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, harus terus kita gelorakan dalam setiap kesempatan dan dalam berbagai forum, karena kita sadar bahwa pengaruh idiologi radikal bisa saja terjadi setiap saat,” tegas Bunda.

Sedangkan Kabag Sumda Polresta Tegal, Kompol Siti Murbani, SH membacakan arahan Kapolresta Tegal AKBP Firman Darmansyah, SIK menyebut terorisme dan paham radikalisme yang memiliki kecenderungan untuk membenci orang dengan menghancurkan dan orang kelompok lain serta menebar teror.

Kelompok teroris dalam melancarkan aksinya terhadap musuhnya menggunakan cara-cara yang sangat ekstrim dan radikal untuk mencapai tujuan mereka. Kelompok ekstrim saat ini sudah menjadi ancaman maker dengan serangan teror bom yang beberapa waktu lalu terjadi di Sarinah yang memakan korban jiwa. “Hal itu membuktikan bahwa eksistensi pelaku teror akan menjadi ancaman bangsa Indonesia,” tuturnya.

Disebutkannya, terorisme sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama, apapun agama itu dari agama yang dipercayai dari Tuhan sudah pasti mengajarkan nilai-nilai kebaikan demikian juga sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila. Kota Tegal yang saat ini yang dinilai masih dinilai kondusif tidak menutup kemungkinan akan terjadi akan bahaya kelompok terorisme apabila tidak ada upaya pencegahan dini.

Masyarakat Kota Tegal yang sudah modern pada kultur masyarakat perkotaan rawan terhadap ketidakpedulian terhadap lingkungan warga dan satu sama lain. Kondisi ini akan mudah untuk disusupi dan menjadi tempat persembunyian para kelompok teoris. Polri dan TNI sebagai pengaman akan senantiasa berkoordinasi dan menjamin kerjasama dan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat baik instansi pemerintah dan tokoh informal dan warga masyarakat. “Hal itu tentunya harus ada kesamaan sikap yaitu tolak terorisme dan tahan radikalisme di Kota Tegal,” tegasnya.

Untuk itu, Kapolresta mengajak warga masyarakat Kota Tegal untuk tetap melaksanakan kegiatan sehari-hari sebagaimana biasa. “Kita tidak perlu berhenti merasa takut, kewaspadaan senantiasa harus dimiliki oleh seluruh warga masyarakat. Dengan kerjasama yang baik, kita semua dapat menangkal dan mencegah terorisme masuk ke Kota Tegal,” pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita