Jumat, 22/01/2016, 06:46:53
Lawan Teroris, Ansor Siap Berada di Garda Terdepan
-Laporan Takwo Heriyanto

Ansor Bersholawat diramaikan pertunjukan Wayang Santri dengan dalang Ki Enthus Susmono dari Tegal (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Bangsa yang berdaulat, jangan seenaknya diinjak-injak dengan mengatas namakan jihad dan agama. Maka mari jadikan Masjid dan Mushola sebagai markas Ansor, jangan sampai diduduki gerakan kelompok radikalisme atau terorisme.

Demikian Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, M Rizqon Halal Syah Aji. Dia menyerukan kepada anggota Ansor dan Banser, untuk menjadikan masjid dan mushola sebagai markasnya.

Pasalnya, telah terjadi gerakan radikalisme yang menggerogoti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sikap Ansor harus tegas, tetap menjaga Kiai dan NU yang berarti menjaga NKRI. Masjid dan Mushola adalah lambang keunggulan Islam dan harus menjadi pusat kegiatan dan konsolidasi, serta membangun kekuatan keimanan maupun pertahanan NKRI.

“Bangsa yang berdaulat, jangan seenaknya diinjak-injak dengan mengatas namakan jihad dan agama,” tegas Rizqon saat menyampaikan sambutan Ansor Bersholawat dalam rangka Hari Jadi ke-338 Kabupaten Brebes di Lapak Bawang Hj Tiroh, Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Kamis 21 Januari 2016 malam.

Ansor, lanjutnya, wajib menjaga Kiai dan NU yang berarti pula menjaga kedaulatan NKRI. Bagi Ansor, NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Ansor tidak takut!,” teriak Risqon sambil mengepalkan tangan menonjok angkasa.

Menghendaki umat untuk bertakwa, sambungnya, tidak perlu dengan tindakan-tindakan teror dan kekerasan. Justru dengan pendekatan budaya, perkembangan dan kemajuan Islam bisa jaya. Terbukti Walisongo telah sukses mengembangkan Islam di tanah jawa, antara lain lewat kesenian gamelan, gending jawa.

“Maka tidak keliru kalau Ansor bersholawat kali ini, juga mengundang Ki Dalang Enthus Susmono dengan wayang santrinya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua PC GP Ansor Brebes, Ahmad Munsip. Menurutnya. Ansor diharapkan mampu menjadi garda terdepan, dan penjaga kiai. Sedari dulu, Ansor sebagai penolong umat, tidak takut dengan tindakan anarkisme, apalagi terorisme.

“Lawan teroris, Ansor tidak takut, siap berada di garda terdepan,” tandasnya.

Wakil Rais Syuriah PBNU, KH Subhan Makmun menandaskan, keimanan tanpa keamanan tidak akan kokoh. Untuk itu, sangat penting menjaga keamanan dan menciptakan kedamaian di tengah masyarakat, agar umat ayem dan khusyu beribadah.

Ketua Panitia, Zaenal Mutaqin menjelaskan, Ansor Bersholawat digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-338 Kabupaten Brebes. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan Wayang Santri dengan dalang Ki Enthus Susmono dari Tegal, lengkap dengan grup music Satria Laras.

Dalam penampilannya, dalang Ki Enthus Susmono mengambil lakon Lupit Jaga Putri. Dalang yang juga Bupati Tegal tersebut, tampil sangat kocak sehingga membuat para pengunjung betah hingga acara selesai pada pukul 02.00 dini hari.

"Alhamdulillah, kami bisa berkontribusi dalam pembangunan rohani lewat Ansor Bersholawat," kata Zaenal Mutaqin.

Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE mengapresiasi kegiatan Ansor Bersholawat. Karena disamping bisa mensyiarkan agama, juga menjalin silaturahmi dengan seluruh kalangan masyarakat. Bupati juga mengajak kepada para pemuda Brebes yang sudah berumur di atas 17 tahun, agar bergabung dengan Ansor.

“Bapak, Ibu, kalau punya anak laki-laki di atas 17 tahun silakan bergabung dengan Ansor. Jangan ikut-ikutan organisasi yang tidak jelas,” saran Idza.

Menurut Bupati, kita semua berkwajiban menjaga moral anak bangsa. Ansor juga diharapkan menjadi motivator dalam pembangunan daerah dengan menguatkan karakter pemuda ke jalan yang lurus. “Ayo Kerja, mari bangun Kabupaten Brebes,” ajak Idza penuh semangat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita