Dari kiri searah jarum jam: Yose Rizal, AKBP Haryo Sugihartono, Lina Amelia, Sadimin, Letkol Inf. Efdal Nazra, Kartali (Foto: Dok/Gaharu)
PanturaNews (Brebes) - Bagi Kartali (42), yang setiap hari menjadi operator sound system pendopo, kalau ulang tahun Kabupaten Brebes yang terbersit dalam dirinya untuk bekerja lebih giat. Termasuk di Hari Hadi ke-338, sebagai abdi masyarakat sekaligus abdi dalem pendopo, dirasa belum bisa melayani pengguna sound system maka mohon maaf.
Pembangunan Brebes, menurutnya, seperti Sound System juga. Penginnya ya…. selalu lancar. Tidak ngadat ketika acara sedang berlangsung. “Saya senang kalau keadaan sound system pendopo jernih, enak didengar. Tapi kalau lagi ngadat ya…. kemredeg,” ujarnya, Minggu 17 Januari 2016.
Kartali mengaku sudah 13 tahun menjadi ‘penunggu’ mixer pendopo. Entah pagi, siang atau pun malam kalau pendopo sedang digunakan dia harus standby sebelum acara dimulai. “Kalau sudah selesai ya…. plong rasanya,” tuturnya.
Sebelumnya, Kartali sebagai tukang kebon pendopo. Namun ketika salah seorang pejabat Brebes mengetahui dirinya lihai dalam mengutak-atik sound system, lalu dipercaya menjaga sound system.
“Sejak kelas 3 SD, sejak speaker masih menggunakan accu bukan listrik, saya sudah keliling ikut Bapak nunggoni speaker di hajatan mantu ataupun sunatan,” tutur juga merawat kamar Mbah Joko Poleng,” tuturnya.
Dalam pandangan Kepala SMK N 1 Brebes, Ali Subchi MPd, Ulang Tahun Brebes ke-338 dipandang sebagai upaya pembenahan dan penambahan berbagai hal perlu dikedepankan. Seperti bagi anak-anak SMK, menurut Ali sangat membutuhkan Pusat Informasi Bisnis dan Kerja.
Menghadapi MEA, kata Ali, lulusan SMK sangat membutuhkan lowongan kerja. Meskipun sudah ada radio dan internet dan dinas tenaga kerja. Tapi kalau ada kantor khusus seperti PPIB Tegal, ada persaingan yang nyata dan siswa atau lulusan manapun saling berkompetisi.
Lain halnya dengan Guru Teladan SMA Kabupaten Brebes 2015, Lina Amelia, perlu adanya peningkatan pembelajaran yang berinovasi. Sehingga belajar tidak konvesional apabila alat peraganya lengkap. Kelengkapan alat peraga tidak harus lengkap, meski demikian perlu adanya penelitian-penelitian dari para guru yang dibiaya daerah.
“Bagi sekolah-sekolah yang belum maju sangat membutuhkan uluran pemkab untuk pengembangan potensi guru,” ungkapnya.
Kepala SMA N 2 Brebes, Sadimin MEng, memandang kalau Hari Jadi Brebes telah dihadiahi berbagai macam prestasi. Terutama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat 1 digit disbanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu penopangnya adalah bidang pendidikan. Anak orang kaya maupun miskin sudah pada sekolah sesuai dengan bakat dan minatnya. POPDA juga cukup diperhitungkan karena mampu berbicara ditingkat provinsi pada posisi 5 besar. Juga ada kesiapan Ujian Nasional berbasis Komputer.
Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Brebes, Yose Rizal,SH.MH, mengatakan sebagai Ketua Pengadilan, melihat Brebes daerahnya aman, tertib dengan kata lain kondusiflah. Itu dilihat dari kasus yang ada tidak banyak kasus yang besar.
Bapak dari 5 anak ini, berharap, untuk ke depan hanya bisa berdoa Brebes lebih baik lagi, makmur sejahtera sebagaimana Visi Misi Brebes Mandiri, Produktif, Sejahtera dan Berkeadilan semoga bisa terwujud.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah tingkat SMP, Tarwadi MPd berpendapat, perhatian Pemerintah Kabupaten Brebes atau Bupati terhadap dunia pendidikan sangat tinggi. Terbukti dengan digelontorkannya program Brebes Cerdas, juga sarana dan prasarana sekolahan semakin bagus.
Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf. Efdal Nazra, SIP menyatakan selamat ulang tahun Brebes, semoga ke depan Brebes semakin maju. Programnya berkseinambungan, guyub rukun.
Menurutnya, pembangunan tidak berjalan kalau tanpa dukungan masyarakat demikian sebaliknya. Kalau pemerintah semangat sementara masyarakat tidak perduli, juga sama aja bo’ong.
“Contoh adanya program bersih bersih desa, tidak akan mulus kalau masyarakatnya masih ogah-ogahan, dan buang sampah masih sembarangan,” kata Efdal.
Yang perlu dibenahi, pemerintah harus lebih focus terhadap program dan konsisten terhadap program dijalankan dengan meningkatkan pengawasan dan pengendalian. “Untuk masyarakat, juga harus proa aktif. Dalam artian bisa gayung bersambut, sinkron,” tuturnya.
Sementara Kapolres Brebes, AKBP Haryo Sugihartono SIk MH menjelaskan, tingkat kriminalitas di Kabupaten Brebes mendekati titik merah karena di kepung oleh kota-kota metropolitan. Potensi merah terjadi akibat pengaruh daerah-daerah perbatasan Tegal, Cirebon dan Purwokerto.
Untuk itu, diharapkan semua warga Brebes harus tetap waspada dengan adanya gejala kriminalitas yang mendekati warna merah. Bila daerah tidak aman, lanjutnya, maka pembangunan akan tersendat. Sebab keamanan bagian dari modal utama pembangunan dan penegakan hukum.
Dihari ulang tahun Brebes ke-338, dia berharap Pemerintah Kabupaten Brebes mampu mensinergikan program di masing-masing SKPD. Utamanya yang bersinggungan langsung dengan kesejahteraan rakyat, agar bisa dibantu dengan yang ada di POLRI.
Tindakan dan penegakan hukumn sehingga akan dapat dimunculkan sebuah 1 kata yaitu mendukung Pemkab sesuai dengan tempatnya. Menyadari trauma tindakan kepolisian yang menghantui person person yang justru menakutkan dan rasa was- was yang digelar pemkab. Maka dengan sinergitas ada keseragaman kata sehingga rasa was was itu hilang.