Alternatif merupakan cara lain untuk mencapai tujuan. Mewujudkan keinginan tak semudah membalikan telapak tangan. Perjuangan dan pengorbanan mengiringi proses untuk mendapatkan apa yang diharapkan. Ketika perjuangan meniti jalan yang semesti telah ditempuh, dan pengorbananpun telah dicurahkan, namun harapan belum juga terwujud, maka selayaknyalah mencoba menempuh dengan cara lain.
Jalur altenatif merupakan buah dari pemikiran kreatif. Lahirnya ide jalur alternatif dikarenakan dua faktor, diantaranya :
Keterpakuan pada satu jalur usaha, kemungkinan besar bisnis akan tertinggal dari kemajuan. Apalagi jalur yang pernah dijadikan andalan untuk meraih keuntungan, terdapat rintangan yang cukup sulit untuk dilalui, maka tidak ada salahnya jika beralih jalur lain. Begitu pula dalam hal mencari kesembuhan pada penyakit yang dideritanya. Banyak cara pengobatan untuk bisa sembuh dari penyakit. Bukankah Tuhan tidak akan memberikan penyakit jika tidak ada obatnya?
Sukses dalam berbisnis atau berkarier, sembuh dari penyakit, semuanya ada jalannya. Jalan mana yang harus ditempuh? Hanya Tuhanlah yang mengetahuinya dengan pasti. Manusia diwajibkan untuk berikhtiar. Mencoba melewati jalan-jalan yang ada. Bila terjadi kegagalan, berusaha lagi, atau mencari jalan yang lain, sampai menemukan apa yang diharapkan.
Dengan adanya jalur alternatif, maka keputusasaan selayaknya patut dihindari. Tidak sedikit orang yang semula terpuruk karena kebangkrutan usaha atau lama tidak menemukan obat untuk kesembuhan penyakitnya, kini bisa menatap hidup dengan bersemangat. Karena mereka telah menemukan formula terbaik untuk menggapai harapan dan kesembuhan. Semangat berkerja kembali berkobar, aktivitas fisik tak lagi terhalang.
Sebelum menentukan jalur alternatif yang akan dilalui, tentunya harus mengenal terlebih dahulu kondisinya. Kegagalan yang pernah dirasakan, menjadi peringatan untuk melangkah. Kehati-hatian dan kewaspadaan perlu ditingkatkan. Apakah kondisinya mendukung dengan usaha bisnis yang sedang dijalani? Seberapa besar dan sulitkah rintangan yang akan dihadapi? Bagaiamankah cara pengobatannya?Ikhlaskah hati untuk menerima cara-cara pengobatan yang akan dilakukan?
Jalur alternatif yang tersedia untuk menggapai harapan dikehidupan duniawi, tidak semuanya sejalan dengan ajaran agama. Keimanan pada agama memegang peranan penting dalam menetukan jalur alternatif mana yang akan dipilih. Kesuksesan dan kesehatan tak berarti apa-apa dihadapan Tuhan, jika semuanya diperoleh dengan cara menggadaikan keimananya.
Semuanya berpulang pada pribadi manusianya masing-masing, bagaimana mengartikan jalur alternatif. Apapun yang dipilih dan dilakukan, tentunya ada pertanggungjawabnya tersendiri pada Tuhan. Sang Pencipta memberikan jalur alternatif, tentunya mempunyai tujuan. Sebagai contoh yang sederhana, seseorang yang sedang mengalami keterpurukan karena usaha, kemudian menemukan ide jalur alternatif untuk mulai usaha dan berhasil mendapatkan keuntungan yang diharapkannya. Seketika Tuhanpun memberi hidayah untuknya, bahwa kesuksesannya semata-mata karena Sang Maha Kuasa. Kemudian dalam kehidupan kesehari-hariannya lebih mendekatkan diri pada Sang Pemberi Kesuksesan.
Begitupula dalam kesembuhan penyakit yang dideritanya. Manusia cenderung lebih mendekatkan diri pada Tuhan ketika sedang mengalami musibah, termasuk sakit. Doa tak putus ia panjatkan. Ketika Tuhan memberinya kesembuhan lewat ikhtiar melalui jalur alternatif, sekaligus diberinya hidayah untuk selalu dekat denganNya.
Kembali berpulang kepada masing-masing individu, bagaimana memaknai adanya jalur alternatif. Pastinya, jalur alternatif memberikan harapan baru bagi manusia untuk menggapai harapan yang tertunda.
(Ade Junaedi adalah Pekerja Kreatif tinggal di Jalan By Pass Tulung Agung, Blok. Pande 2, No. 23, RT. 09, RW. 2 Tulung Agung – Kertasemaya - Indramayu 45274 dan Perum Cikarang Baru, Jalan Beruang XIA, Block. G-2, No. 5 Kota Jababeka – Jayamukti - Cikarang Pusat – Bekasi)