Tiga anak, Ratih Ruth Tan, Nabila Ester dan Calvin Daniel Tan yang ditelantarkan ibunya (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Sebagai orang tua yang memiliki anak, tentu sudah berkewajiban untuk merawat dan mendidiknya dengan baik. Namun demikian, di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tiga bocah kakak beradik yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH), ditelantarkan oleh ibu kandungnya sendiri (Nuresih-red) selama empat tahun.
Menurut kabar di masyarakat desa setempat, ibu kandungnya meninggalkan ketiga anaknya itu karena bekerja di Batam, Kepulauan Riau, tanpa meninggalkan pesan sedikitpun.
Itu diketahui setelah ayahnya yang diketahui keturunan warga Singapura, Tan Hai Hok, meninggal dunia sejak enam tahun silam. Namun, ketiga bocah kakak beradik yang masing-masing bernama Ratih Ruth Tan (14) dan kedua adiknya, Nabila Ester (10) dan Calvin Daniel Tan (7) ini, sempat dirawat oleh neneknya, sebelum akhirnya neneknya meninggal dunia pula pada satu minggu yang lalu.
Kondisi memprihatinkan yang menimpa tiga bocah kakak beradik itu, berimbas pada Calvin Daniel Tan (7), sehingga membuatnya keluar dari sekolah saat duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar.
Apalagi, pasca meninggalnya sang nenek, ketiganya selama seminggu terkahir harus menggantungkan hidupnya untuk bisa makan dari belas kasih bantuan kerabat maupun tetangganya. Maklum, karena selama ini ketiganya kebutuhan sehari - hari dari almarhum sang nenek yang hanya bekerja sebagai buruh bawang.
Ratih, anak paling sulung, mengaku bingung dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Selain dirinya yang masih kelas satu SMP, adiknya Nabila juga masih duduk di bangku kelas 3 SD.
Ratih dan kedua adiknya berharap agar ibunya, Nuresih, yang sudah meninggalkan sejak empat tahun lalu bekerja di Batam, bisa kembali ke kampung halamannya Desa Kupu.
"Saya bingung dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Tapi, saya berharap ibu bisa yang sudah meninggalkan sejak empat tahun lalu bekerja di Batam, bisa kembali ke kampung halaman sini," kata Ratih, saat ditemui dikediamannya," Selasa 15 Desember 2015 sore.
"Tapi saya juga berharap aada perhatian dari pemerintah setempat agar tetap bisa mengenyam pendidikan dan tidak putus ditengah jalan," imbuh Ratih, didampingi kedua adiknya.