Walikota Tegal (kanan) foto bersama Kelautan dan Perikanan (kiri) sesusai menerima piala sebagai juara I Adibakti Mina Bahari (Foto: Humas Pemkot Tegal)
PanturaNews (Jakarta) - Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, mendapat penghargaan Adibakti Mina Bahari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Penghargaan diberikan kepada Pemkot Tegal sebagai juara I Adibakti Mina Bahari untuk kategori Pemerintah Daerah Pendukung Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kelautan dan Perikanan kategori Pendidikan Kelautan dan Perikanan bidang Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan. Sementara Provinsi Jawa Tengah mendapat juara umum penghargaan ini.
Penghargaan berupa piala diserahkan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang diterima oleh Walikota Tegal, Hj. Siti Masitha Soeparno dalam puncak Acara Penghargaan Adibakti Mina Bahari Tahun 2015 di Ballroom Gedung Mina Bahari III Kantor KKP, Jumat 11 Desember 2015 malam kemarin.
Penghargaan yang diberikan kepada Pemkot Tegal, menurut Walikota dikarenakan Pemkot Tegal mendukung kemajuan kemaritiman dan potensi kelautan di Kota Tegal. Hadir mendampingi Walikota Plt. Asisten I Setda Kota Tegal, Ir. Nur Efendi dan Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal, Ir. Nur Fuady. Hadir juga Kepala SUPM Tegal, Fuad Fudoli, S.Pi.
“Kita sangat mendukung dan harus memajukan kemaritiman dan potensi kelautan. Kota Tegal yang strategis mempunyai potensi kelautan yang luar biasa, perlu diperhatikan dengan penguasaan teknologi dan didukung oleh sarana dan prasarana seperti sekolah dan sebagainya,” jelas Walikota Tegal usai menerima penghargaan.
Bentuk dukungan Pemkot Tegal terhadap pengembangan SDM KP juga tercermin dari apresiasi Pemkot Tegal dengan melaksanakan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan yang sesuai dengan potensi wilayah. Selain itu untuk dunia pendidikan, Pemkot Tegal memberikan fasilitas lahan tambak 18 Ha ke SUPM Tegal sebagai tempat praktek siswa, memiliki program kerja/kegiatan yang mendukung pendidikan KP dengan adanya MoU/Kerja sama.
“Walikota sebagai Ibu Taruna yang sangat aktif saat pelantikan taruna baru, acara wisuda dan acara lainnya,” ungkap Fuad Fudoli.
Selain Kota Tegal, penerima penghargaan Adibakti Mina Bahari lainnya adalah individu, kelompok pelaku usaha perikanan, dan pemangku kepentingan untuk berprestasi sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, R Nilanto Perbowo menjelaskan tujuan dari pemberian penghargaan ini untuk meningkatkan motivasi, prakarsa dan peran serta aktif serta kepedulian para pemangku kepentingan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan agar kesejahteraan masyarakat meningkat dengan tetap memperhatikan kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.
“Penghargaan ini merupakan wujud membangun spirit, semangat, serta memotivasi para pelaku usaha pengolahan ikan agar terus berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan usaha pengolahan ikan, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri pengolahan ikan dan turut serta membangun ekonomi masyarakat dan negara pada umumnya,” ungkap Nilanto.
Seperti diketahui, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya laut dan perikanan yang melimpah. Agar kekayaan tersebut mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian bangsa, maka harus diolah dengan baik sehingga tercipta nilai tambah yang tinggi.
Untuk itu, Nilanto meminta kepada pelaku usaha untuk mendukung program Direktorat Jenderal Oenguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, untuk terus meningkatkan hilirisasi di sektor kelautan dan perikanan.
“Orientasi kami ke depan adalah produk kelautan dan perikanan Indonesia mempunyai daya saing yang tinggi, dan mampu berkompetisi di pasar domestik maupun pasar global. Karena itu, hilirisasi industri sektor kelautan dan perikanan sudah menjadi harga mati,” tegasnya.
Selain di Puncak Acara, sebelumnya juga digelar silaturahmi Presiden RI, Joko Widodo dengan penerima Penghargaan Adibakti Mina Bahari Tahun 2015 di Istana Negara pada Jumat 11 Desember 2015 siang. Dalam kesempatan itu, Presiden mengingatkan kepada bangsa Indonesia untuk kembali melihat sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor penggerak ekonomi nasional.
"Saya meyakini masa depan Indonesia ada di laut, di samudera, dari situ bisa menyediakan lapangan kerja, income, ketahanan negara dan gizi nasional. Tinggal beberapa hari lagi persaingan antar negara lain sudah tidak ada batas, karena Masyarakat Ekonomi Asean sudah dibuka per 1 Januari, mau tidak mau kita harus bersaing, tidak ada cara lain," ujar Presiden.