Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Dugaan adanya makelar jabatan (Marjab) isu Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) bayangan, mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, baik legislatif, eksekutif maupun LSM. Bahkan beberapa sumber tertuju kepada BS, yang disebut-sebut sebagai Marjab dan Baperjakat bayangan.
Sumber mengatakan, BS sebagai panglima yang mengatur jabatan di jajaran eksekutif. BS disebut-sebut tak lain adalah adik kandung Bupati Brebes.
Ketika BS dikonfirmasi sejumlah wartawan, ia langsung membantahnya. Ia mengatakan isu atau rumor tersebut, karena ada kekecewaan pejabat yang kedudukannya tidak diangkat, sehingga sengaja menyebar rumor tersebut.
"Jujur saja, saya tidak pernah mengatakan kalau saya adalah yang mengatur jabatan PNS untuk ditempatkan pada kedudukan yang tinggi. Saya tidak terima kalau dikatakan sebagai sebagai panglima marjab. Semua mekanisme jabatan itu sudah diatur langsung oleh Baperjakat yang diketuai oleh Sekda, yaitu Kaspuri Rosyadi dan yang menentukan rotasi jabatan itu adalah hak preoregatifnya Pak Bupati, " tegas BS ketika dikonfrimasi, Kamis 15 April 2010.
Saat disinggung mengenai dugaan setoran uang sampai ratusan juta rupiah agar bisa mempertahanakan jabatan kepala dinas, pihak juga membantahnya. Selain itu, BS juga menepis kalau dalam setiap bulannya terdapat setoran Rp 3 juta yang masuk ke kantong pribadinya. “Pokoknya semuanya tidak benar dan saya tidak melakukan apa yang dituduhkan kepada saya,” tandasnya.