Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Kekeringan akibat kemarau panjang terjadi di tiga desa di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, kian memprihatinkan. Saat ini tiga desa tersebut, yakni Kedungoleng, Taraban dan Winduaji mengalami krisis air bersih.
Dipastikan krisis air tersebut akan berlanjut, mengingat sumur warga dan sumber air di desa-desa lain persediaannya semakin menipis, kecuali jika segera turun hujan.
Warga di tiga desa yang mengalami kekeringan ini, terpaksa harus ekstra hemat dalam menggunakan air, karena di dalam sumurnya sudah mengering. Bahkan terkadang warga harus menunggu agar air yang keluar dari sumurnya itu terkumpul banyak, baru kemudian warga menimbanya.
Menurut Teguh, salah seorang warga, minimnya ketersediaannya air ini juga membuat warga terkadang terpaksa tidak mandi. Mereka lebih mementingkan untuk kebutuhan masak dan minum. "Lebih mengutamkan untuk minum dan mamasak," ujarnya, Kamis
Warga juga berharap agar pemerintah melakukan droping air bersih. Mereka kawatir air di sumurnya akan terus mengering. Selain itu, kondisi memprihatinkan ini terjadi di setiap tahun. Untuk itu warga berharap agar pemerintah daerah mencarikan solusi agar kondisi serupa tidak terjadi di tahun-tahun mendatang.
Sekretaris Camat Paguyangan, Rohman membenarkan kondisi krisis air bersih di tiga desa itu. Menurutnya, pemerintah desa yang daerahnya mengalami krisis air juga telah melaporkan dan meminta bantuan droping air. Laporan telah diteruskan ke Bupati Brebes melalui dinas terkait.
"Setiap ada laporan dan permintaan droping langsung kami teruskan ke Bupati melalui dinas terkait," katanya.
Dikatakan, bantuan droping air juga telah beberapa kali disalurkan ke desa-desa yang daerahnya mengalami krisis air untuk meringankan warganya. Droping air biasanya dilakukan secepatnya setelah ada permohonan.
"Air merupakan kebutuhan pokok, karenanya langsung ditanggapi ketika ada permintaan," tandas Rohman.