Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Prestasi Antasena Swimming Club (ASC) Kabupaten Brebes makin berkibar. Terbukti mampu menorehkan prestasi peringkat ketiga pada Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan (KRAP) se Pantura Jawa Tengah yang di gelar di Pekalongan 15-16 Agustus lalu.
Menurut Ketua ASC Brebes, Dedi Yohanes, keunggulan ASC terbukti telah berhasil mendulang 9 emas, 14 perak dan 11 perunggu pada ajang KRAP Pantura Jateng 2015. Sehingga mampu menjadi juara umum ke-3 dari 26 perkumpulan yang ikut berlaga di ajang bergengsi tingkat Pantura Jateng yang membentang dari Brebes hingga Rembang.
“Ini prestasi yang sangat membanggakan, meski harus mengakui keunggulan ORCA Pekalongan dan Spektrum Semarang,” papar Dedi, Selasa 25 Agustus 2015.
Pada ajang tersebut, lanjut Dedi, dua atlet ASC juga dinyatakan sebagai atlet terbaik atas nama Azam pada Kelompok Umur (KU) 6 dan Ikhsan KU 5. Dari prestasi ini, ASC Brebes siap menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan KRAP tahun depan.
“Kami sudah siap menjadi penyelenggara KRAP pada tahun mendatang, demi peningkatan kualitas dan nama baik Brebes,” tuturnya disela latihan perenang ASC di Kolam Renang Tirta Kencana Brebes.
Dedi memaparkan, ASC yang berdiri sejak 29 Februari 2012 telah melahirkan banyak perenang handal dari Brebes. Potensi lokal, harus digali semaksimal mungkin demi mengangkat daerah. Kalau tidak ada kepedulian dari Klub untuk membangkitkan dunia renang, maka sulit sekali mendapatkan bibit-bibit unggul dari daerah sendiri.
“Kami berupaya maksimal menggali potensi local agar berprestasi nasional maupun intenasional dapat kita raih,” tekad Dedi.
Dalam perjalanan sejarahnya, ASC berawal dari sebuah perkumpulan sederhana dengan nama Klub Prima Cipta. Selanjutnya berganti nama menjadi Teruna dan berganti nama lagi menjadi Antasena Swimming Club (ASC) hingga sekarang. “Dari ASC ini ada semangat untuk maju lebih baik,” terangnya.
Pelatih ASC Jamaludin menambahkan, saat ini anggota ASC ada 30 siswa dari berbagai kelompok umur. Latihan digelar setiap hari mulai pukul 16.30 hingga 20.00 WIB. “Karena ini olah raga prestasi, maka harus maksimal latihannya agar mendapatkan kualitas yang prima,” ungkapnya.
Berlatih renang setiap hari, kata Jamal, tidak menggangu pelajaran di sekolah. Bahkan anak-anak tambah fresh dan bergairah. Terbukti, Mahatma Aditya Wijaya meski berlatih renang sejak kelas 1 SD, dia menjadi siswa teladan SMP tingkat Kabupaten Brebes. Aditya juga mendapatkan perunggu pada POR Dulongmas di Magelang (21-23/8) lalu
“Saya tegaskan, olahraga renang justru meningkatkan gairah belajar siswa,” tandasnya.
Dia berharap, para orang tua tidak perlu cemas dengan prestasi belajar ketika anaknya rajin berlatih renang. Maka dirinya mengundang para orang tua untuk menitipkan anak-anaknya berlatih renang bersama ASC.
“Silakan bisa mendaftar setiap hari untuk dididik menjadi perenang yang professional demi mengangkat deraja olah raga Kabupaten Brebes,” pungkasnya.