Minggu, 09/08/2015, 05:04:27
Alumni SMPN 1 Brebes Jadi Kyai Sampai Menteri
-Laporan Takwo Heriyanto

Kiai Subkhan didampingi Bupati Brebes saat potong tumpeng HUT SMPN 1 Brebes (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - SMP Negeri 1 Brebes yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ternyata banyak melahirkan orang-orang hebat dari Kiai hingga Menteri. Mereka yang jadi orang hebat tidak melupakan dimana dulu pernah belajar.

Seperti halnya Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi, Bulakamba, Kabupaten Brebes, KH Subkhan Makmun dan Menteri ESDM, Sudirman Said. Juga ada Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs Anas Yusuf SH MM dan lain-lain.

Demikian disampaikan Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE saat menyampaikan sambutan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 dan Halal bihalal SMP Negeri 1 Brebes, di halaman sekolah setempat, Sabtu 8 Agustus 2015.

Idza berharap, para siswa bisa mengikuti jejak mereka agar menjadi orang hebat, dan membanggakan bagi almamater, orang tua dan guru serta daerahnya.

“Orang itu, akan dikenangnya namanya. Bila baik akan terus terukir baik, begitu pula sebaliknya maka mari berlomba-lomba dalam kebaikan,” ajak Bupati kepada para siswa serta ratusan alumni dan perwakilan orang tua murid yang diundang hadir.

Selaku Bupati, lanjutnya, dia tidak segan-segan menggelontorkan dana untuk pendidikan termasuk diterbitkannya Kartu Brebes Cerdas dan Wajib Belajar 12 tahun bagi warga Brebes. Karena dengan pendidikan nilai seseorang akan naik derajatnya yang bermuara pada tingginya nilai suatu daerah juga.

“IPM Brebes masih tergolong rendah, maka pendidikan sebagai salah pendongkrak peningkatan IPM harus terus mendapatkan perioritas pembangunan,” tandasnya.

Kepala SMP N 1 Brebes, Mulyaningsih SPd MPd menjelaskan, ulang tahun digelar sebagai upaya refleksi, aksi dan evaluasi keberadaan SMPN 1 Brebes dalam memberikan andil di dunia pendidikan.

SMPN 1 Brebes lahir pada 1 Agustus 1947, setelah dua tahun Indonesia merdeka. Bangunan asli SMPN 1 Brebes juga telah menjadi situs bangunan kuno bersejarah. Sehingga tidak boleh dilakukan perubahan, hanya perbaikan saja dengan tidak mengubah nilai historisnya.

Meski demikian, lanjutnya, bangunan penyanggah lainnya terus dilakukan untuk menampung jumlah siswa yang kian tahun peminatnya terus bertambah. Selain itu, dia yakin dengan tangan-tangan trampil 65 guru dan karyawan, serta bantuan semua pihak SMPN 1 mampu mengantar 769 menjadi manusia yang berkualitas.

“Pendidikan yang berkualitas, membutuhkan uluran tangan-tangan keikhlasan semua pihak,” tuturnya.

Dalam programnya, salah satu unggulan yang tengah digarap adalah menyikapi tantangan global dengan penggunaan bahasa Inggris dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. “Tantangan dunia sudah semakin nyata mengglobal, sehingga para siswa perlu dibekali bahasa Inggris dan TIK,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Subkhan Makmun menyampaikan tausiyah setelah memotong tumpeng tanda syukuran HUT ke-68. Kiai Subkhan mengingatkan, kalau harta yang paling mulia adalah anak sholeh-sholeha.

Menjadikan anak yang saleh dan saleha tidak ujug-ujug seperti membalikan telapak tangan. Tetapi harus melalui proses yang panjang dari sebelum melakukan ‘pertandingan’, dalam kandungan, sesudah lahir, pendidikan, hingga dewasa. “Seluruh proses, harus dilakoni dengan penuh keikhlasan dan kehati-hatian,” tuturnya.

Tetapi yang lebih dominan adalah peran ibu dalam turut mengantarkan anak-anak menjadi saleh atau saleha.

“Termasuk hanya anak yang dirul walidain (berbakti) kepada kedua orang tuanyalah yang akan menuai sukses,” pungkas Kang Kaji demikian panggilan akrab Kyai Subkhan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita