Jumat, 24/07/2015, 09:44:07
Jaga Kebersamaan, Desa Konflik Bentuk Puncak
-Laporan Takwo Heriyanto

Warga Desa Cikeusal Kidul dan Cikeusal Lor foto bersama usai bentuk Puncak (Foto: Takwo Heryanto)

Panturanews (Brebes) - Untuk menjaga sekaligus menyatukan kebersamaan antar warga desa, dua desa yang diketahui rawan konflik, yakni Desa Cikeusal Kidul dan Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, membentuk sebuah paguyuban yang diberi nama Paguyuban Urang Cikeusal (Puncak).

Bertepatan dengan momen hari raya idul fitri 2015, paguyuban yang beranggotaan dari warga Desa Cikeusal Kidul dan Cikeusal Lor yang menetap di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia ini, menggelar halal bihalal.

Hadir pada acara ini Kepala Desa Cikeusal Kidul, Ketua BPD Cikeusal Kidul, tokoh masyarakat Cikeusal, tokoh agama serta para tokoh pemuda dan warga masyarakat Desa Cikeusal lainnya serta anggota paguyuban.

Dalam kegiatan halal bihalal, selain memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Darussalam di Dukuh Girang, Desa Cikeusal Kidul, juga diberikan santunan kepada anak yatim sebanyak 75 orang dengan donasi sebesar Rp.9.000.000, yang diperoleh dari anggota Paguyuban tersebut.

Acara yang berlangsung di Balai Desa Cikeusal Kidul yang setiap tahun ini diadakan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat desanya.

Ketua Umum Puncak, Sartono Bisri mengatakan, pihaknya sangat berharap kepada para anggota paguyubannya untuk berkiprah dan menyatukan gerak langkah agar terus berbuat untuk kepedulian kepada sesama. Sekaligus mengajak kepada warga Cikeusal yang diperantauan untuk bergabung di paguyubannya.

"Salah satu yang bisa diberikan untuk tahun ini, yakni bantuan untuk pembangunan masjid di salah satu dukuh, santunan anak yatim, termasuk juga kepedulian menjadi orang tua asuh bagi warga desanya yang anaknya putus sekolah, contohnya wisnu (13) warga Desa Cikeusal Kidul," tutur Sartono, Jumat 24 Juli 2015.

Ketua Penasehat Puncak, DR. H. Mokhammad Aris MM, menyatakan dengan adanya paguyuban ini dapat menyatukan dua desa Cikeusal Kidul dan Cikeusal Lor untuk menyatu dalam kebersamaan dalam kegiatan yang positif.

Dia menambahkan agar paguyubannya memiliki bidang usaha untuk pembiayaan organisasi tidak bergantung kepada para donatur semata. "Namun, Puncak juga bisa mendirukan Baitul Maal Watamwil (BMT) agar masyarakat Cikeusal tidak terjerat hutang yang mencekik," tuturnya.

Sementara, Kepala Desa Cikeusal Kidul, Syamsul Arif mengatakan, Keberadaan Puncak, sangat bermanfaat dalam rangka ikut memajukan desa. "Siapa lagi jika tidak kita yang membangun desanya sendiri. Untuk itu, mari kita berbuat terbaik untuk kemajuan desa, siapapun boleh berkiprah," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, penceramah halal bihalal, Drs. H. Farhan Sadied, MA yang juga menjabat Ketua MUI Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, putra asli Desa Cikeusal Kidul menyampaikan, pentingnya saling peduli dan saling berbagi bagi warga desa yang kebetulan nasibnya kurang beruntung.

"Karena itu, bagi anggota Puncak diharapkan untuk membudayakan budaya tabayyun dan tasammuh agar hubungan harmonis bisa terjadi diantara sesama warga desa dan berbeda desa," pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita