Jumat, 17/04/2015, 06:08:00
Sejak Ciregol Ambles, Penumpang KA Melonjak
-Laporan Zaenal Muttaqin

Penumpang di Stasiun KA Bumiayu saat akan naik ke gerbong KA Kamandaka (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jumlah penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Bumiayu, Kabupten Brebes, Jawa Tengah, melonjak hingga 100 persen dari biasanya, setelah putusnya jalan nasional ruas Tegal - Purwokerto akibat longsornya jalur Ciregol, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong.

"Jumlah penumpang di saat ini bertambah dua kali lipat dari biasanya, terutama dalam sepkan ini," kata Kepala Stasiun KA Bumiayu, Arief Wahyono kepada PanturaNews.Com, Jumat 17 April 2015.

Menurutnya, lonjakan jumlah penumpang terjadi untuk KA melayani jurusan lokal Tegal-Semarang dan jurusan Jakarta. Biasanya jumlah penumpang KA berkisar antara 50 hingga 60 penumpang, kini mencapai 100 penumpang bahkan lebih.

"KA Kamandaka jurusan Purwokerto-Semarang dan sebaliknya jumlah penumpang melonjak," ujar Arief.

KA jurusan Jakarta yang melayani penumpang ada KA Sawunggalih Pagi dan Sawunggalih Malam serta KA Kutojaya. KA tersebut juga mengalami peningkatan jumlah penumpang.

Seperti diketahui, jalur kembali ambles pada Sabtu 11 April 2015 sore. Akibatnya, arus lalu lintas (Lalin) yang melewati jalur utama tersebut ditutup total. Jalan nasional yang menghubungkan wilayah Pantura dengan jalur Selatan Jawa Tengah tersebut, amblas pada kilometer 115+900, atau di tebing Sungai Pedes yang juga longsor pada Februari lalu.

Kondisi tanah sudah mulai mengalami retak-retak dan ambles sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Tanah kemudian terus mengalami penurunan dan ambles sehingga diputuskan ditutup total untuk kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua masih bisa lewat tapi harus hati-hati sekali.

Kendaraan baik kendaraan barang maupun pribadi dari arah Brebes yang keluar dari Exit Tol Pejagan dan hendak menuju ke jalur selatan dialihkan melalui Jalur Pantura. Sedangkan kendaraan dari arah Banyumas yang hendak menuju Jakarta, dialihkan melalui Wangon-Cilacap-Tasikmalaya-Bandung.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita