Rabu, 15/04/2015, 07:38:01
Brebes Miliki Banyak Penulis Buku Monumental
-Laporan Takwo Heriyanto

Rombongan dari MTs N Model Brebes saat menghadap Bupati Brebes di ruang kerjanya (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Gerakan wakaf 1000 buku dilakukan MTs Negeri Model Brebes dalam rangka meningkatkan minat baca di kalangan siswa. Kebangkitan minat baca harus terus digali sejak dini, sehingga bisa membangkitkan gairah berkarya dalam budaya literasi bukan budaya bertutur.

Demikian disampaikan Kepala MTs N Model Brebes, Drs H Muntoyo MPd usai menghadap Bupati Brebes. Hj Idza Priyanti SE di ruang kerjanya, Rabu 15 April 2015.

Muntoyo berkeyakinan dengan gerakan wakaf maka ada upaya timbal balik antara pemberi dan penerima buku. “Begitu banyak buku yang belum dibaca oleh para siswa, sehingga gerakan wakaf sangat tepat kita galakan,” terangnya.

Selama ini, banyak buku yang bermutu tetapi belum bisa dinikmati oleh para siswa karena mereka belum ada kemampuan untuk membeli buku. Kalaupun ada, hanya sebatas mereka yang memiliki kemampuan membeli.

“Dengan gerakan wakaf 1000 buku, para siswa menikmati buku secara gratis di perpustakaan,” paparnya.

Kepala Perpustakaan MTs N Model Brebes, Drs Wahib Isma MAg menjelaskan, perpustakaan sekolahnya sudah pernah meraih juara 1 pada lomba perpustakaan tingkat Jateng. Pengelolaan bahan pustaka sudah dilakukan sesuai dengan standar Dewey Decimal Clatification (DDC). Sehingga mampu melayani 1500 siswa dengan baik dan cepat.

“Koleksi perpustakaan MTs N ada 4025 judul dari 9000 eksemplar buku yang tersedia di Perpustakaan,” ungkap Wahib.

Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE mengaku bangga dengan kreativitas MTs N Model Brebes dalam meningkatkan minat baca siswa. Perintah Allah SWT kepada umat manusia yang pertama kali adalah perintah membaca, Iqra.

“Perintah Allah dalam firman-Nya adalah Iqra, perintah membaca,” ucap Idza saat menerima audiensi dari Panitia gerakan Wakaf 1000 buku.

Brebes, lanjut Idza, telah memiliki banyak penulis buku dan sangat monumental. Untuk itu wajib hukumnya untuk dibaca sendiri oleh warga Brebes termasuk anak-anak sekolah.

Idza menyebut ada Atmo Tan Sidik yang menulis buku Dikendangi Wong Edan Aja Njoged dan Dugale Asu maring Manungsa, Prof Muhaimin Rekontruksi Masyarakat Madani, Taufiqurahman Syahuri Konstruksi Yuridis dan Mahkamah Konstitusi, Jejak Aktifis, M Riza Pahlevi Memahami Pers, Kekuasaan dan Demokrasi dan lain-lain.

Mereka, tentu bisa memberi wakaf untuk dibaca para generasi muda. Termasuk di berbagai Dinas, Kantor, Lembaga, Perusahaan dan lain-lain juga bisa mewakafkan buku-bukunya. “Banyak terobosan yang bisa kita lakukan, kalau ada gerakan bersama,” ujarnya.

Launching Gerakan 1000 Buku sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional 2015, Peringatan Isra Mikraj, Harkitnas, Akhirussanah dan Pelepasan Siswa kelas IX. Dalam luncuran yang akan dilakukan pada 18 Mei 2015 mendatang, akan mendatangkan Duta Buku Indonesia yang juga pemeran Film Gita Cinta Dari SMA, Yesy Gusman.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita