Salah satu warga tidak mampu dan tidak menerima PSKS di depan rumahnya (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Warga Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, keluhkan pembagian dana bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang kini sedang berlangsung, tidak tepat sasaran. Pasalnya, banyak warga yang tergolong miskin tidak memperoleh dana dari pengalihan subsidi BBM tersebut.
"Saya tidak menerima dana bantuan PSKS padahal orang yang lebih mampu dari saya mendapat bantuan itu," ujar Wasrip (45) warga Dukuh Tengah, Desa Buniwah kepada PanturaNews.Com, Selasa 14 April 2015.
Wasrip yang mengaku bekerja sebagai buruh tani ini karena tidak memiliki lahan dan tinggalnya di rumah yang tidak layak huni. Nampak rumah tempat tinggalnya terbuat dari kontruksi kayu yang sudah mulai reyot, bahkan atapnya banyak yang bocor karena gentingnya yang rapuh.
"Saya heran kenapa orang yang ekonominya lebih mampu dari saya justeru mendapat PSKS," katanya.
Selain Wasrip, ternyata juga ada beberapa tetangganya yang mengalami nasib yang sama. Mereka para janda tua yang tidak memiliki penghasilan tetap karena bekerja sebagai buruh tani, diantaranya Suhamah (58), Dayunah (65), Dremi (80) dan lainnya.
Warga tersebut mengaku telah menanyakan ke pemerintah desanya dan mendapat jawaban data penerima PSKS dari pemerintah pusat. Pihak pemerintah desa tidak dilibatkan dalam penentuan penerima dana PSKS.
Sementara itu, Ymt Kepala Desa Buniwah, Kodri Rasa saat dikonfirmasi mengatakan, ada 404 warganya yang kini menerima dana PSKS. Diakui masih banyak warganya yang hidup di bawawah garis kemiskinan dan tidak mendapatkan dana PSKS.
"Desa hanya menerima daftar penerima yang semua ditentukan oleh pemerintah pusat," katanya.
Meski begitu, pemerintah desa juga telah mengajukan revisi data untuk penerima dana PSKS sesuai permintaan dari Dinas Sosial. Warga yang dinilai miskin dan layak menerima bantuan dana PSKS diajukan.
"Data hasil revisi ada 516 warga yang dijukan melalui Kesos di Kantor Kecamatan, tapi sejak pengajuan pada bulan Januari lalu hingga kini belum ada realisasinya," terang Kodri.