Rabu, 15/04/2015, 03:37:21
UN Sistem Online di SMAN 2 Brebes Berjalan Lancar
-Laporan Takwo Heriyanto

Bupati Brebes saat meninjau UN sistem omline SMA Negeri 2 Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tegah, Hj. Idza Priyanti, SE memantau Ujian Nasional (UN) Online yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Brebes. Hari kedua, Selasa 14 April 2015, pelaksanaan UN ini menjadi perhatian Bupati karena hanya di SMA Negeri 2 Brebes yang melaksanakan UN dengan system komputerisasi di wilayah Kabupaten Brebes.

Hasil pantauannya, Bupati tidak menemukan kendala yang berarti karena seluruh siswa sudah dikondisikan dengan penggunaan perangkat komputer dalam proses belajar mengajarnya.

Bupati yang didampingi Ketua Panitia UN Kabupaten Brebes, Dedy Priyono secara langsung memantau pelaksanaan UN berbasis komputer tersebut. Selain mengecek pelaksanaa ujian tersebut, Bupati juga menyempatkan diri berdialog dengan siswa dan para guru pengawas.

"Para siswa juga terlihat sudah siap melaksanakan UN dengan komputer. Ini membuktikan siswa juga sudah bisa mengoperasikan komputer. Tidak ada kendala, baik di hari pertama ataupun di hari kedua ini.," kata Bupati Idza Priyanti, di SMA Negeri 2 Brebes.

Bupati mengatakan, dari hasil pantauan pada tiga ruang kelas di SMA N 2 Brebes yang menggunakan UN berbasis komputer, baik dari sisi sarana prasarana maupun kesiapan siswanya sudah sangat baik.

Sehingga, dalam pelaksanaan mereka tidak menghadapi kendala. Itu juga karena sejak tiga bulan lalu sarana prasarana sudah disiapkan. Selain itu, siswa juga terus menerus diberikan pelatihan terkait UN melalui komputer tersebut.

"Tahun ini kami menargetkan seluruh Kabupaten Brebes lulus 100 persen, dengan kualitas yang meningkat," ujarnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMA N 2 Brebes, Sadimin mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti UN dengan sistem komputer itu sebanyak 228 siswa. Dari jumlah itu, dibagi dalam tiga sesi, setiap sesi ada sebanyak 96 siswa.

"Kami sudah koordinasikan dengan pihak Telkom Brebes untuk menjamin pelaksanaan UN secara online ini,” ujarnya.

Dia mengaku, dalam pelaksanaan UN berbasis komputer itu yang paling ditakutkan pihak sekolah adalah ketika server di pusat sehingga pihaknya tidak bisa mengakses.

Namun, hingga hari kedua server bekerja baik, dan ujian berjalan lancar. Untuk mengantisipasi pemadaman listrik, pihaknya sudah menyiapkan genset bantuan dari orang tua murid.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita