KLH membagikan kantong sampah kepada para PKL dan pedagang pasar (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Tidak ada kata pesimistis untuk meraih Piala Adipura bagi Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Hal itu mengigat sudah dipersiapkan sedini mungkin dan digenjot dengan sekuat tenaga untuk meraihnya.
Terbukti dengan berbagai langkah yang kongkrit dan berkelanjutan sebagaimana yang telah diupayakan bersama. “Brebes, bukan tidak mungkin untuk meraih Adipura,” kata Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE di ruang kerjanya, Selasa 14 April 2015.
Idza yakin, bila seluruh element masyarakat bahu membahu meraihnya mudah saja Adipura dalam genggaman. Karena masalah adipura tidak hanya masalah fisik tetapi juga rohani.
“Rohani masyarakat, berupa kesadaran tentang kebersihan dan keindahan lingkungan bila sudah tertanam didalam hatinya maka otomatis gampang mewujudkan Brebes yang Bersih, Hijau, Indah, Aman dan Sehat. Apalagi hanya sekadar meraih piala Adipura,” tutur Idza.
Peran tokoh masyarakat, ulama, ketua RT/RW, Kepala Sekolah, guru, LSM dan stake holder lainnya diakuinya, memegang peranan penting dalam menggapai adipura. Termasuk penataan fisik dan penyediaan peralatan kebersihan serta sumber daya manusia pendukung, harus tersedia dan didayagunakan.
“Untuk memberi contoh, saya juga tak segan untuk memungut sampah sendiri. Bila ada jalan yang berlubang saya juga berani menambal dengan tangan saya sendiri,” tuturnya tegas.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Brebes, Drs H Edy Kusmartono di sela pembagian kantong sampah di jalan Yos Sudarso Brebes menjelaskan, untuk percepatan perolehan Adipura, KLH Kabupaten Brebes membagikan kantong sampah kepada para pedagang kaki lima, pedagang pasar dan bank sampah.
“Ada 450 pasang kantong sampah yang dibagikan kepada mereka,” jelasnya.
Dengan tersedianya kantong sampah, para pedagang langsung memasukan sampahnya ke dalam kantong sehingga tidak ada sampah yang tercecer.
Selain itu, lanjutnya, juga membagikan tong sampah terpilah antara sampah organic, non organic dan sampah lainnya. Untuk tong sampah out door dibagikan sebanyak 750 pasang dan indoor sebanyak 198 pasang.
Untuk lebih membuat keteduhan kota, pihaknya juga menanam 500 batang Ketepeng Kencana di turus jalan protocol dan 230 pot pohon pucuk merah di jalan protocol dan titik-titik pantau Adipura yang masih terlihat gersang.
Antisipasi kekumuhan juga telah ditangani satgas Adipura yang berjumlah 40 orang. Dari waktu ke waktu tanpa henti pasukan hijau ini bergerak diberbagai sudut titik pantau Adipura.
Edy optimis dari berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Brebes meraih piala Adipura. Keyakinan tersebut setelah Tim Piala Adipura telah meloloskan Brebes pada penilaian tahap pertama (P1). Dan untuk bisa mendapatkan piala Adipura, Brebes harus kembali mengumpulkan nilai 4 point lagi dari 75 point yang harus diraih.
“Pada penilaian tahap 1, Brebes baru meraih nilai 71,72,” tuturnya.
Kabupaten Brebes, lanjutnya, kini menempati posisi bagus dalam penilaian. Kalau dulu berada pada rangking 34 kini menjadi rangking 26 dari 35 Kabupaten dan Kota se Jawa Tengah. “Dari nilai 65,29 meningkat menjadi 71,72,” terangnya.
Edy menjelaskan, ada 40 titik pantauan penilaian yang harus digarap secara matang dan perlu mendapat dukungan seluruh lapisan masyarakat. Dari 40 titik tersebut, bisa menghasilkan point penilaian yang meliputi 15 lokasi yakni perumahan, jalan, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit dan puskesmas, bank sampah, dan fasilitas pengelolaan sampah.
“Penilaian tahap 2 akan dilaksanakan pada 20-30 April mendatang,” ujarnya.
Adipura, lanjutnya, bukan semata-mata untuk mendapatkan penghargaan atau piala. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana merubah perilaku masyarakat yang sebelumnya tidak peduli terhadap lingkungan menjadi lebih peduli dan berkelanjutan.
“Bersih-bersih dan mengelola sampah tidak hanya pada saat lomba saja, tetapi menjadi kebutuhan setiap hari,” pungkasnya.