Abdurrohim (kiri) meraih juara hafalan Al-Quran 30 juz (Foto: Kemenag)
PanturaNews (Jakarta) - Abdurrohim dari Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran (LPTQ) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DI Yogyakarta, berhasil meraih juara hafalan Al-Quran 30 juz, yang merupakan cabang paling bergengsi Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadis Pangeran Sultan Bin Abdulaziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke VII.
Karena prestasi ini, Abdurrohim mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 48 juta. Demikian press rilis Kemenag yang diterima PanturaNews.Com, Kamis 12 Maret 2015.
Tahun lalu, Abdurrohim bahkan dinobatkan sebagai juara 1 Kejuaraan serupa Tingkat ASEAN-Pasifik dalam kategori tahfidz 20 juz. Atas keberhasilannya kala itu, remaja kelahiran Bantul, 28 Maret 1996 ini berhak mendapat 13 ribu riyal (sekitar Rp 40 juta) dan naik haji gratis atas undangan Kerajaan Saudi.
Resep keberhasilannya adalah sering muroja’ah (mengulang hafalan-red). Berdasarkan pengalaman tahun lalu, ia merasakan sendiri betapa kompetisi di tingkat ASEAN-Pasifik begitu ketat.
“Kompetitor terberat dari Filipina,” kata putra pasangan Syamsuri-Siyaminah ini yang mengaku belajar menghafal Al-Quran sejak TK. Terlebih menurut Abdurrahim, ayat yang diuji dipilih oleh juri secara acak. “Ini lebih sulit daripada urut,” ungkapnya lagi.
“Saya sangat senang dan bersyukur sekali atas keberhasilan ini,” ujar sulung empat bersaudara ini. Ia sejak lama ingin naik haji sejak kecil. Selain itu ia juga mengaku ingin melanjutkan kuliah di Makkah.
Atas prestasi Abdurrohim ini, Kakanwil Kemenag DIY Prof.Dr.Nizar,M.Ag melalui Kasi MTQ dan Seni Budaya Islam Bidang Penais Zawa H.Suradjiman,SH,MPdI mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi sekali dan minimal akan bantu kelengkapan administrasi.
Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadis Pangeran Sultan Bin Abdulaziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke VII secara resmi ditutup oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu 11 Maret 2015 kemarin.