Walikota Tegal meletakan batu pertama pembangunan Rusunawa Kota Tegal Tahap Kedua (Foto: BagHumas)
PanturaNews (Tegal) - Pembangunan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Kota Tegal, Jawa Tengah, tahap kedua untuk benar-benar memperhatikan mutu dan kualitas, bukan hanya mengejar kecepatan dalam membangun.
Demikian ditegaskan Walikota Tegal, Hj. Siti Masitha Soeparno, sebelum Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rusunawa Kota Tegal Tahap Kedua di Kelurahan Kraton Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Rabu 11 Maret 2015.
“Saya harapkan pembangunan Rusunawa tahap kedua ini betul-betul diperhatikan. Bukan mengejar kecepatan membangun, tetapi perhatikan mutu dan kualitas,” pinta Walikota.
Rusunawa bantuan Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya ini, memiliki luas bangunan 2.200 meter persegi dengan satu twin blok setinggi lima lantai, kapasitas 99 ruang terdiri dari 96 ruang biasa dan 2 ruang untuk defable dan satu ruang penjaga. Dengan anggaran Rp 17.565.742.000 direncanakan akan selesai pada 28 Juli 2015 mendatang.
Hadir dalam acara tersebut Plt. Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha, SH, Kepala Diskimtaru Kota Tegal Ir Nur Efendi, Kepala DPU Kota Tegal Ir Sugiyanto, MT dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal serta Project Manager PT Total Boanerges Indonesia selaku Main Contractor Ir. Ernest Manik.
Disebutkan Walikota, dibandingkan Rusunawa tahap pertama yang dibangun pada tahun 2011 hingga 2012 kualitasnya kurang memadai. Karena kini di tahun 2015 Rusunawa telah banyak keluhan dengan retaknya dinding, kebocoran dan kendala air bersih. Padahal Rusunawa ditempati oleh masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal dalam jangka waktu panjang.
“Tempat tingal itu harus aman dan nyaman serta dalam jangka panjang dapat digunakan,” tutur Walikota.
Untuk itu, pembangunan Rusunawa tahap kedua ini harus diperhatikan sejak awal pembangunan. Mulai dari bahan-bahan dan material yang akan digunakan untuk membangun harus kuat. Kalau ada yang hal-hal yang diluar spec harus diperhatikan.
“Saya minta tim yang ada dilapangan untuk memperhatikan, mengikuti, memperhatikan, memantau dan mengawasi pembangunannya,” pinta Walikota. Dikatakan Walikota, pemantauan dan supervisi jangan insidentil saja, tetapi diperhatikan dengan terjun langsung.
Pembangunan Rusunawa Kota Tegal Tahap Kedua ini dilatarbelakangi oleh tingginya permintaan masyarakat akan Rusunawa. “Pembangunan tahap kedua ini memang ada kebutuhan yang tinggi akan Rusunawa,” ungkap Walikota. Dikatakan Walikota hal inilah bentuk salah satu pelayanan prima terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal.
Bahkan Pemkot siap membangun kembali Rusunawa jika permintaan cukup tinggi terhadap rusunawa dengan syarat Pemkot memiliki lahan. “Kita yakin tidak berhenti di blok ini, tapi kalau ada permintaan tinggi akan kebutuhan rusunawa yang makin hari makin meningkat, maka Rusunawa dapat dibangun lagi. Kalau ada lahan yang dimiliki bisa dibangun lagi oleh Pemkot,” kata Walikota.
Walikota juga menekankan pemenuhan fasilitas sehingga representatif sebagai rusunawa. Yakni fasilitas dapur, lahan parkir kendaraan, taman, area olahraga, taman bermain dan penghijauan. Selain itu, dalam penempatan warga rusunawa untuk benar-benar selektif berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan.
Kepala Diskimtaru Kota Tegal menyebutkan progres pembangunan rusunawa dengan Konsultan Pengawas PT Saranabudi Prakarsaripta telah mencapai 9,5 persen. Untuk membangun Rusunawa ini dipasang 56 titik pasak bumi dengan kedalaman masing-masing 30 meter.