Rabu, 11/03/2015, 11:35:52
Target Pengumpulan Zakat di Kota Tegal Rp 3 M
-Laporan SL Gaharu

Kepala Kemenag Kota Tegal saat beraudiensi dengan Walikota Tegal di Kantor Walikota (Foto: BagHumas)

PanturaNews (Tegal) - Pengumpulan zakat dan infak oleh Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kota Tegal, Jawa Tengah, sebesar Rp 700 juta pada tahun 2014 dinilai masih jauh dari harapan. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang kuat dari Walikota Tegal, Hj. Siti Masitha Soeparno agar pengumpulan zakat dan infak dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, dapat disalurkan melalui BAZDA Kota Tegal.

“Diperlukan kebijakan yang kuat berupa Surat Edaran (SE) maupun Peraturan Walikota dan Walikota menjadi panutan, agar PNS di Kota Tegal menyalurkan zakat maupun infaknya ke BAZDA,” harap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal yang juga Ketua Umum Bazda Kota Tegal, H. Nuril Anwar, SH, MH saat beraudiensi dengan Walikota Tegal di Ruang Rapat Kantor Walikota Tegal, Selasa 10 Maret 2015 siang.

Audiensi ini dihadiri Sekretaris Umum BAZDA Drs. Khairul Huda, MSi, Sekretaris II M. Hadi Mulyono dan Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kota Tegal Drs. Moh. Ali Rosyidi, M.Pd.

Menurut Nuril, BAZDA yang akan berubah nama menjadi BAZNAS sesuai Peraturan BAZNAS No. 01 Tahun 2014, dapat mengumpulkan zakat dan infak dari PNS Kota Tegal minimal Rp 3 miliar setahun.

“Jika PNS yang beragama Islam percayakan zakat sebesar 2,5 persen dari gajinya ke BAZDA, maka target Rp. 3 M tidak mengada-ada,” ungkap Nuril. Disebutkannya dari 4.000 PNS Kota Tegal, jika ada 3.000 PNS yang salurkan zakat minimal Rp. 100 ribu dalam satu bulan bisa terkumpul Rp. 300 juta. Sehingga dalam satu tahun bisa kumpulkan zakat Rp. 3,6 M.

Dengan dana tersebut, Nuril menyebut kemiskinan di Kota Tegal diharapkan sudah tidak ada. Sebab, berbagai program baru BAZDA seperti pemberian beras 10 kg per bulan kepada warga Kota Tegal yang benar-benar miskin dan tak mampu, dibuktikan dengan verifikasi dengan home visit, akan berjalan mulai bulan Maret ini. Sementara program pengembangan usaha UMKM dengan pinjaman bergulir tanpa bunga dari hasil infak bisa ditingkatkan , baik nominal maupun jumlah penerima. Saat ini ada 180 UMKM yang telah mendapat permodalan bergulir dari BAZDA.

Walikota mendukung penuh program kerja BAZDA Kota Tegal terutama dalam memberdayakan ekonomi masyarakat Kota Tegal. Hal tersebut sesuai dengan visi misi Walikota mensejahterakan masyarakat Kota Tegal. Untuk itu, diperlukan edukasi dan kesadaran dari masyarakat dan PNS dalam menyalurkan zakat dan infak ke BAZDA.

Sementara program BAZDA diharapkan mampu mengembangkan UMKM di Kota Tegal. Melalui dana pinjaman bergulir, Walikota mengharapkan BAZDA memberikan pinjaman bukan dalam bentuk fresh money tetapi barang atau sarana yang dibutuhkan pelaku UMKM untuk menjalankan usahanya.

Mengenai perubahan nama BAZDA menjadi BAZNAS dan pemilihan pengurus, akan dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) pada tanggal 18 Maret 2015 mendatang bertempat di Gedung Adipura Kota Tegal. Selain perubahan nama, struktur organsasi BAZNAS akan lebih ramping dibandingkan BAZDA. Selain itu kinerja BAZNAS diharapkan meningkat karena terkoordinir langsung dari pusat sampai ke kabupaten/kota.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita