Karena sedang menjalani perawatan, Siti Khumaeiroh, siswa kelas IX-F MTs Negeri Model Brebes mengerjakan soal UN di rumah sakit. (FT: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Dua siswa SMP dan MTs, masing-masing bernama Siti Khumaeiroh, siswa kelas IX-F MTs Negeri Model Brebes dan Hengki Priyanto, siswa SMP Muhammadiyah, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes sejak dua hari mengerjakan soal Ujian Nasioanal (UN) di rumah sakit. Sementara dua siswa SMP Negeri 1 Wanasari gagal mengikuti UN tanpa alasan yang jelas.
Siti mengerjakan soal UN di Rumah Sakit (RS) Dedy Jaya Brebes, dirawat karena mengidap penyakit radang lambung, tipus dan gangguan syaraf pada bagian kakinya. Sedangkan Hengki mengerjakan soal UN di RS Aisiyah Bumiayu, karena masih mernjalani perawatan.
Menurut Nuridin (40), orang tua Siti ketika dikonfirmasi, Selasa 30 Maret 2010, anaknya terpaksa mengikuti UN di RS Dedy Jaya Brebes karena sedang menjalani perawatan. Ia mengatakan anaknya mengikuti UN di RS atas permintaan keluarga kepada pihak sekolah. "Tapi hari ini anak saya sudah diperbolehkan pulang ke rumah oleh pihak dokter yang menanganinya, sehingga besok anak saya akan mengerjakan soal UN disekolahnya," tuturnya.
Siti mengatakan, meski mengerjakan UN di atas tempat tidur dengan tangan diinfus, namun pada mata pelajaran Bahasa Inggris tetap tenang. Bahkan ia tetap belajar di RS meski dalam kondisi sakit dan sedikit kesulitan. Ia juga optimis akan lulus.
Ditempat terpisah, dua siswa asal SMP Negeri 1 Wanasari Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes terpaksa gagal mengikuti UN. Mereka adalah M. Syafii (17) dan Rizki Ade (17). Belum diketahui pasti penyebab gagalnya kedua siswa tersebut tidak mengikuti UN.
Menurut Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Wanasari, Drs. Darmansyah kedua siswanya gagal mengikuti UN karena sebelumnya sudah mengundurkan diri dari sekolahnya. Padahal kedua siswanya sudah terdaftar bisa mengikuti UN yang saat ini sedang berlangsung. "Kedua orang tuanya menghendaki agar anaknya bisa mengikuti UN, tapi karena permintaan dari anaknya yang mengundurkan diri dari sekolah, ya kami dari pihak sekolah tidak bisa melarangnya karena itu atas kemauan dari anaknya langsung," ujarnya.
Dikatakannya, kedua anak didiknya mengundurkan diri dari sekolahnya, lantaran pengaruh atau pergaulan dari teman-teman dilingkungan sekitar rumahnya. Pihak sekolah mengakui jika kedua anak didiknya sebelum keluar dari sekolahnya, sering tidak aktif atau tidak berangkat sekolah tanpa alasan yang jelas.