Senin, 22/12/2014, 05:43:54
Diterjang Arus Deras, Jembatan Antar Desa Putus
-Laporan Zaenal Muttaqin

Jembatan Sungai Longkrang penghubung antar desa putus diterjang arus deras (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jembatan penghubung antara Desa Langkap dan Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, putus akibat diterjang arus deras. Jembatan putus setelah salah satu pondasi jembatan yang melintang di atas Sungai Longkrang tersebut ambrol diterjang arus sungai yang deras, Minggu 21 Desember 2014 sekitar pukul 11.30 WIB kemarin.

Jembatan yang putus tersebut tepatnya berada di Dukuh Suren, Desa Langkap dan berbatasan dengan Dukuh Karangpucung, Desa Adisana. Jembatan selama ini menjadi akses utama bagi warga kedua dukuh itu, sebagai jalur ekonomi dan jalur menuju ke tempat sekolah pagi para pelajar. Kerugian materi akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

"Jembatan putus diterjang arus deras sungai yang sebelumnya sejak pagi turun hujan deras hingga siang hari," kata Kepala Desa (Kades) Langkap, Mustolih kepada PanturaNews.Com, Senin 21 Desember 2014.

Menurutnya, jembatan berukuran panjang lima meter dan lebar tiga meter dengan kontruksi lantai beton dan pondasi jembatan terbuat dari pasangan batu kali. Pada salah satu pondasi jembatan tersebut ambrol akibat terjangan arus deras sungai, sehingga lantai jembatan pun ambruk.

"Jembatan yang ambruk tersebut selama ini menjadi akses utama bagi warga di dua dukuh yang berlainan desa," kata Mustolih.

Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) Dukuh Karangpucung selama ini menjadi siwa SD yang ada di Desa Langkap. Sementara anak-anak usia SMP Dukuh Suren kebanyakan bersekolah di MTs atau SMP yang ada di Desa Adisana.

"Putusnya jembatan menjadikan anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP terpaksa memutar lewat jalur lain yang lebih jauh atau terpaksa turun menyeberangi sungai saat berangkat dan pulang sekolah," ungkap Mustolih.

Sementara itu, Pj Kades Adisana, Ahmad Yani juga mengakui putusnya jembatan Sungai Longkrang telah menyulitkan bagi warga Dukuh Karangpucung. Warga selama ini menjadikan jembatan itu sebagai jalur ekonomi baik untuk menuju pasar maupun untuk mengangkut hasil pertanian.

"Warga kini mengalami kesulitan jalur transportasi untuk mengangkut hasil pertanian, terpaksa harus memutar arah ke jalur lain yang lebih jauh dan ongkosnya lebih mahal," tuturnya kepada PanturaNews.Com.

Camat Bumiayu, melalui Sekcam Bumiayu, Eko Purwawanto MSi membenarkan putusnya jembatan Sungai Longkarang di perbatasan antara Dukuh Karangpucung Adisana dengan Dukuh Suren Desa Langkap tersebut. Menurutnya, menurutnya telah menerima laporan dari Pemerintah Desa Langkap dan akan meneruskannya ke Bupati Brebes atas peristiwa yang tergolong bencana alam itu.

"Kami sudah dapat laporan dari Pemrintah Desa Langkap, dan kami minta untuk segera membuat lamporan lengkap sekaligus permohonan bantuan untuk penanganannya ke Pemerintah Kabupaten Brebes," katanya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita