Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) – Praktik prostitusi liar di areal persawahan tepatnya eks rel Kereta Api (KA) Pabrik Gula (PG) Jatibarang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, kini dikeluhkan warga setempat. Mereka meminta lokasi prostitusi liar yang sudah lama beroperasi itu agar ditutup.
Ketua LSM Lintas Generasi Karya (Lingkar), Bedjo Rahardjo, Selasa 23 Maret 2010, mengatakan upaya untuk menutup prostitusi liar di kompleks eks rel KA PG Jatibarang dipastikan berjalan mulus. Sebab, dukungan terhadap penutupan terus mengalir seiring keluhan warga setempat yang merasa terganggu atas aktivitas terlarang di pemukiman.
Karena itu, dia meminta agar Pemkab Brebes untuk segara mengambil langkah tegas. Tidak hanya berupa penertiban, tetapi juga dengan penutupan paksa. Bila perlu penutupan tersebut juga melibatkan warga setempat.
"Sekalian bawa warga supaya bisa benar-benar ditutup,” tegas Bedjo Rahardjo.
Ditambahkan, jika hanya ditutup biasa, tanpa tindaklanjutnya mereka akan main kucing-kucingan dengan petugas. Untuk itu dibutuhkan sikap tegas dari Pemkab Brebes sangat diperlukan untuk menjaga wibawa dan kepercayaan dari masyarakat.
Menurutnya, pentupan tempat prostitusi liar ini harus segera dilakukan agar tidak bertambah parah. Jumlah para pekerja seks komersil (PSK) di situ kian hari makin bertambah. “Jumlah mereka saat ini mencapai belasan PSK dengan usia antara 30 tahun hingga 40 tahun,” ungkapnya.