Rabu, 05/11/2014, 07:00:29
Olah Sampah, Tegal Jajagi Kerjasama dengan Jepang
-Laporan SL Gaharu

Walikota Tegal dan rombongan saat bertemu dengan Pemerintah Jepang di Jakarta (Foto: Bag Humas)

PanturaNews (Tegal) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, menjajagi kerjasama pengolahan sampah atau management waste dengan Pemerintah Jepang. Langkah awal Walikota Tegal, Hj. Siti Masitha Soeparno mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Kota Kube Provinsi Yamaguchi Jepang, Selasa 04 November 2014 siang di Menteng Room Pullman Hotels and Resorts Jakarta.

Pertemuan ini difasilitasi oleh Koordinator Fungsi Ekonomi Konsulat Jenderal Osaka, Siti Nizamiyah dan Susana Raharjo. Hadir dari pihak Jepang yakni Yamaguchi Vice Chairman Industry Promotion Foundation, Mori Toshiaki, Director Kiyasu Akie dan JETRO Yamaguchi Deputy Director Hiroko Hayashi. Mereka dikoordinatori oleh Director Global Info Iwan Rya Widjaya.

Sementara Walikota didampingi H Amir Mirza, Plt. Sekda Kota Tegal, Dyah Kemala Sintha, SH, Kepala Bappeda Kota Tegal, Imam Badarudin dan Kepala Diskimtaru Kota Tegal, Ir. Noor Effendi.

“Pengolahan sampah di Kota Tegal sudah sangat kritis dan harus segera ditangani. Untuk itu Pemkot Tegal mengajak kerja sama Pemerintah Jepang dalam hal pengolahan sampah,” ungkap Walikota.

Ungkapan Walikota didasari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Tegal akan berakhir masa sewanya pada bulan Oktober 2015 mendatang. Selain itu, lahan di Kota Tegal terbatas apalagi pada sejak tahun 2013, pengolahan sampah dengan sistem open dumping sudah dilarang.

Padahal Kota Tegal dengan jumlah penduduk sekitar 253 ribu penduduk menghasilkan sampah sekitar 182 ton per hari. Dari volume sampah yang dihasilkan, Pemkot Tegal baru mengangkut sekitar 63,39 persen per hari dengan menggunakan 22 unit drum truck dengan masing-masing bermuatan 7 meter kubik.

Disebutkan Walikota, pembicaraan awal dengan Pemerintah Provinsi Yamaguchi Jepang akan ditindaklanjuti dengan melakukan saling penjajakan dan pendalaman. Seperti apa yang dibutuhkan Kota Tegal untuk mengatasi permasalahan dan cara upaya pengolahan sampah.

“Mereka mengerti tentang keterbatasan lahan, sehingga yang dibutuhkan adalah teknologi pengolahan sampah dengan sistem dibakar,” ungkap Walikota.

Untuk itu, tindak lanjut akan dilakukan masing-masing pihak dengan saling melakukan kunjungan. Pemkot Tegal akan berkunjung ke Yamaguchi dan sebaliknya, pihak Yamaguchi akan berkunjung ke Tegal.

“Ini gayung bersambut. Mereka mau mempelajari apa yang kita ajukan. Saya percaya dan yakni mereka ada teknologi sesuai kebutuhan kita. Kita bisa lihat bahwa pengolahan sampah Jepang itu nomor satu,” kata Walikota.

Diharapkan jika teknologi Jepang dapat diaplikasikan, maka Pemkot Tegal mampu mengembalikan sebutan bahwa Tegal adalah Jepangnya Indonesia.

Mori menyebutkan di Kota Kube Provinsi Yamaguchi terdapat pengolahan sampah yang dimiliki oleh perusahaan swasta Jepang. Sudah banyak pemerintah daerah di Indonesia juga tertarik dan sudah melakukan kunjungan ke sana, seperti Pemerintah Bangka Belitung.

Namun hal yang utama perlu dilakukan Pemkot Tegal mengajak masyarakat untuk sadar akan perilaku membuang sampah. Selain itu, perlu dilihat kebutuhan Kota Tegal dalam mengolah sampah itu akan menghasilkan air panas atau listrik untuk penduduk sekitar. “Jadi perlu dipikirkan sistem pengolahannya,” ungkap Mori.

Sementara Koordinator Fungsi Ekonomi Konsulat Jenderal Osaka, Siti Nizamiyah mengharapkan pertemuan antara Pemkot Tegal dan Pemerintah Yamaguchi dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama konkret.

“Pertemuan ini bisa ditindaklanjuti sehingga terjalin kerjasama yang konkret,” harap Siti Nizamiyah.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita