Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr Messy Widiastuti MARS berdialog dengan warga pengrajin gula kelapa. (FT: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Tonjong) - Pengrajin gula kelapa disarankan memproduksi pula gula semut. Selain nilai ekonominya lebih tinggi, proses pembuatannya juga mudah. Saran itu disampaikan oleh anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Messy Widiastuti MARS saat reses ke Dukuh Gelmpang, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Brebes, Minggu 21 Maret 2010 sore. "Untuk peningkatan ekonomi pengrajin gula kelapa sebaiknya juga memproduksi gula semut," katanya.
Menurut Messy, nilai jual gula semut jauh lebih tinggi dibanding gula kelapa biasa. Di pasaran gula kelapa harganya berkisar atanra Rp 8000 hingga Rp 10 ribu per kilogram (Kg). Sementara harga gula semut bisa mencapai Rp 50 ribu per Kg dan bisa diekspor ke luar negeri. "Gula semut bisa diekspor karena permintaan pasar juga caukup tinggi," ujarnya.
Gula semut mempunyai keunggulan tersendiri, yaitu berbentuk kristal kecil-kecil yang mudah larut dalam air panas ataupun air dingin. Gula semut dapat dibuat menjadi berbagai macam rasa dengan khasiat yang berbeda-beda. "Misalnya gula semut rasa jahe dapat mencegah dan menyembuhkan masuk angin, batuk, flu, perut kembung, rasa kencur dapat mencegah dan menyembuhkan pegel linu, encok, sakit perut atau rasa lainnya, sehingga apabila dicampur dalam minuman akan memberikan rasa yang khas," jelas Messy.
Dia menambahkan, untuk memproduksi gula semut pengrajin butuh pelatihan, bukan hanya cara memproduksinya tapi juga cara pengemasan dan pemasaraannya. Untuk maksud tersebut Messy akan membantu mengupayakan dilakukannya pelatihan dan kerjasama dengan pihak terkait. "Kalau memang warga membutuhkan pelatihan nanti bisa kami upayakan," tutur Messy.
Reses Messy Widiastuti yang juga politisi dari PDI Perjuangan itu, digelar di halaman rumah salah satu warga Dukuh Glempang RT 02 RW 03 Desa Kalijurang dihadiri ratusan peserta. Messy sengaja menggelar reses di tempat yang cukup tepencil, karena saat Pemilihan Anggota Legislatif lalu meraih suara cukup siginifikan di tempat itu. "Dari data yang saya lihat perolehan suara saya di tempat ini cukup signifikan, mencapai lebih dari 300 suara," ungkapnya.
Salah satu warga pengrajin gula kelapa, Janatun (60) merasa senang adanya kunjungan anggota DPRD Jateng tersebut. Dirinya juga tertarik untuk bisa memproduksi gula semut dan berharap bantuan bimbingan dari pemerintah. "Saya tiap hari rata-rata hanya bisa produksi gula kelapa empat hingga lima kilo. Kalau bisa bikin gula semut, kami bisa meningkatkan pendapatan untuk kesejahteraan," katanya.
Kepala Desa Kalijurang, Kamali mengatakan, di desanya ada sekitar 50 pengrajin gula kelapa. Para pengrajin tersebut umumnya belum bisa meningkat kesejahteraannya, karena keuntungan yang diperoleh dari usahanya sangat kecil. "Kalau memang gula semut nilai ekonominya lebih tinggi dan bisa tingkatkan kesejahteraan, kami sangat berharap ada bantuan pemberian pelatihan dari pemerintah," tandasnya.