Pihak tim Persab Brebes mempertanyakan ke panpel soal larangan coba lapangan (Foto: Takwo Heryanto)
PanturaNews (Demak) - Jajaran menejemen, pengurus dan pelatih serta official Persab Brebes, Jawa Tengah, merasa dikecewakan oleh pihak panitia pelaksana (panpel) tuan rumah PSD Demak untuk pertandingan lanjutan Liga Nusantara zona Jawa Tengah (Jateng) di Stadion Pahlawan Demak.
Pasalnya, pasukan Laskar Jaka Poleng, julukan Persab, dilarang mencoba lapangan Stadion Pahlawan Demak, sebagai persiapan menghadapi laga lanjutan Liga Nusantara zona Jateng, pada Senin 18 Agustus 2014 sore.
Pihak panpel tuan rumah menyebutkan, Persab dilarang mencoba lapangan dengan alasan lapangan tengah di cat putih oleh pihak panpel. Padahal dari pantuan PanturaNews.Com di lapangan, tim tuan rumah sendiri tengah berlatih dan mencoba lapangan.
"Silahkan, kalau Persab mau mencoba latihan di lapangan ini esok paginya. Jangan sekarang. Kalaupun sekarang silahkan mencoba di pinggir lapangan," kata Edi yang mengaku sebagai Ketua Panpel sekaligus Menejer tuan rumah, Minggu 17 Agustus 2014 sore.
Namun, saat ditanya oleh pihak tim pelatih dan menejer Persab, apakah ada regulasi dari tuan rumah yang mengatur tentang tidak diperbolehkannya Persab mencoba lapangan saat ini. "Itu tidak ada. Karena tim kami 'Kere' (miskin-red)," jawab Edi.
Mendengar jawaban dari pihak panpel yang dianggap tidak masuk akal itu, menejer Persab, H. Syamsul Falah meminta agar dibuatkan surat tertulis yang isinya bahwa sore ini Persab dilarang mencoba lapangan.
Namun, jawaban yang disampaikan pihak panpel tuan rumah (Edi-red) selalu mengatakan 'kere'. "Saya ini kere. Jadi silahkan saja kalau Persab mau mencoba lapangan kami esok paginya," katanya.
Kepada PanturaNews.Com, Menejer Persab, H. Syamsul Falah mengatakan, dirinya kecewa atas sikap panpel tuan rumah yang melarang Persab untuk mencoba lapangan. Padahal sesuai regulasi dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng menyebutkan, bahwa pada H-1 sebelum pertandingan/laga dimulai dipersilahkan bagi tim tamu untuk mencoba lapangan.
Senada dengan yang disampaikan Kepala Pelatih Persab, Edy Prayitno. Ia kecewa atas tindakan yang disampaikan pihak panpel. Ia pun meminta anak-anak asuhnya untuk pulang kembali ke penginapan, dan tidak mencoba lapangan tuan rumah.