Ketua DPD Partai Golkar Kota Tegal, Drs HM Nursoleh Mpd melantik pengurus Partai Golkar Kecamatan Tegal Timur. (FT: Riyanto Jayeng)
PanturaNews (Tegal) - Hajat pemilihan Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah yang menjadi agenda Musyawarah Kecamatan (Muscam) di kediaman, Agus Sadilah, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Minggu 14 Maret 2010 siang mengukuhkan Sulastri sebagai pimpinan kecamatan, Beni Ageng Penggalih sebagai Sekretaris dan Nursalim sebagai Bendahara.
Dalam sambutan singkatnya, Sulastri yang pernah aktif di dunia jurnalistik itu mengatakan, sebagai pimpinan kecamatan dari sebuah partai politik, dirinya sangat berharap jalinan kemitraan dari semua pihak baik kader maupun simpatisan Partai Golkar, untuk bersama-sama membangun dan membesarkan partai di kecamatan khususnya dan Kota Tegal pada umumnya.
“Sebagai pimpinan partai, kami butuh kerjasama yang baik antara jajaran pengurus. Untuk dapat membesarkan partai, kami minta adanya masukan dari para kader dan simpatisan, serta para senior Partai Golkar di tingkat DPD,” kata Sulastri.
Dirinya mengatakan, dalam sebuah gerbong partai politik dipastikan selalu ada gejolak antara pro dan kontra dalam menyikapi sebuah kebijakan. Atas hal tersebut, selaku pimpinan partai, dirinya siap menerima kritik maupun saran demi kemajuan dan kebesaran partai.
“Saya bersedia dikritik, namun hendaknya kritik itu sekaligus memberi solusi atau saran untuk perubahan yang lebih baik. Saya berjanji, akan memaksimalkan kinerja demi membesarkan Partai Golkar di Kecamatan Tegal Timur. Setidaknya, saya dapat mewujudkan pertambahan perolehan kursi legislatif dibandingkan sebelumnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Kota Tegal, Drs HM Nursoleh Mpd mengatakan, parameter keberhasilan pimpinan politik adalah pemilu. Dikatakan, jika dalam pemilu partai itu berhasil mendongkrak suara menjadi lebih baik, maka dapat dikatakan pimpinan partai politiknya berhasil.
“Semisal seperti saya, saat ini saya dimodali 6 kursi perwakilan Partai Golkar di DPRD Kota Tegal. Jika nanti dalam pemilu ternyata jumlah kursi menjadi berkurang, maka saya bisa dikatakan tidak berhasil dalam memimpin partai politik ini. Kaitan hal itu saya siap untuk mundur dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tegal,” kata Nursoleh.
Ditegaskan, apabila nanti pimpinan Partai Golkar Kecamatan Tegal Timur tidak dapat mendongkrak perolehan kursi atau minimal tetap, maka lebih baik mundur dari kepengurusan. Sebab yang demikian itu dinayatakan tidak berhasil.
“Kuncinya adalah konsolidasi yang rapat. Gunakan waktu yang tepat untuk selalu berkonsolidasi dengan semua kader dan simpatisan. Khusus untuk pimpinan Golkar kecamatan Tegal Timur, fokuskan saja konsolidasi di wilayah Tegal Timur, tidak perlu meloncat ke wilayah lainnya,” tandas Nursoleh.
Nursoleh menambahkan, jika dibelakang hari ada kader Partai Golkar yang melakukan pembangkangan, atau berjalan di luar AD ART partai, maka sebagai konsekuensinya yang bersangkutan harus bersedia menerima sanksi. Apapun bunyi sanksi itu harus dijalankan sebagai hukuman atas pembangkangannya. Semuanya akan dikaji melalui evaluasi.