Para siswa SMP Negeri 3 Wanasari memainkan drama saat acara perpisahan (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Pistol pelepah pisang masih saja digunakan anak-anak SMP Negeri 3 Wanasari, saat memainkan drama pada acara pelepasan siswa kelas IX sekolah tersebut, Kamis 22 Mei 2014. Mainan tradisional itu tentu saja sangat menggelitik di tengah kemajuan zaman yang berkembang pesat.
Dalam drama yang berlakon Kartini Pujaan Hati para serdadu Belanda menenteng senjata dengan gagahnya. Namun yang terlihat malah pelepah pisang yang dibikin mirip seperti bren, pistol dan sejenisnya. “Kalau tidak patuh, Saya tembak kamu!” teriak salah seorang siswa SMP Negeri 3 Wanasari yang meniru gaya serdadu Belanda.
Hadirin dibuat geli dengan aksi kocak para pemain. Logatnya yang dibuat-buat juga mengundang gelak tawa. Namun ketika tampil tokoh Kartini dengan dandanan kain dan kebaya serta kepala bersanggul njawani, para penonton pun bersorak sorai. “Hidup Sang Emansipasi,” teriak salah seorang penonton.
Selain penampilan drama, pelepasan siswa juga diisi dengan penampilang tari merak, jaipong, puisi, band siswa, karaoke dan lain-lain. Karena digelar dihalaman sekolah, warga sekitar juga turut menikmati hiburan gratis ala anak sekolahan tersebut. Tampak hadir jajaran Muspika Wanasari, Kepala Desa Wanasari dan unsur komite sekolah
Kepala SMP Negeri 3 Wanasari Toto Suharsono sengaja menampilkan peralatan seadanya yang justru dianggap bagi anak-anak jaman sekarang terkesan lucu. Padahal mainan itu pada jaman dulu sangat membanggakan dan menjadi memori indah. “Alat-alat dolanan tempo dulu, bila ditampilkan di era sekarang, sangat mengesankan,” tutur Toto.
Lebih lanjut Toto menjelaskan, pelepasan siswa kelas IX digelar dihalaman sekolah dengan menampilkan berbagai hasil kreativitas siswa. Sebanyak 213 siswa kelas IX sebelumnya telah menempuh Ujian Nasional (UN) 2014. Tahun sebelumnya, telah lulus 100 persen. “Mudah-mudahan, para siswa tahun ini juga bisa lulus 100 persen,” harapnya.